Breaking News

Komit Maju sebagai Calon Wali Kota Bima, H Sutarman Optimis Didukung Parpol

Ilustrasi. Orginal Picture: Jatimtime.com


Kota Bima, Berita11.com—  Bakal calon Wali Kota Bima, Ir H Sutarman H Masrun MM menegaskan tetap berkomitmen maju sebagai calon orang nomor satu di Kota Bima. penegasan itu disampaikan Sutarman kepada wartawan Ahad (12/11/2017) lalu.

Sutarman tak menampik selama ini muncul beberapa pihak yang meragukan terus melangkah maju bersaing dalam bursa pemilihan Wali Kota Bima. Bahkan ada beberapa pihak yang sengaja menyebarkan fitnah terhadapnya, bahwa ia tak serius mancalonkan diri. Padahal selama ini, tetap intens berkomunikasi dengan masyarakat.

Aksi itu dilakukan secara diam-diam (senyap). Sutarman menyebut penggalangan dukungan itu sebagai strategi silent operation bagian dari keseriusannya mengikuti Pilkada Kota Bima.

“Karena tidak ada lagi, karena yang lain menguasai lapangan dengan polanya sendiri. Saya merasa hari ini, merasa penting untuk menyampaikan kepada kawan-kawan dan publik bahwa Haji Sutarman itu masih ada. Pesan inilah yang ingin saya sampaikan kepada kawan-kawan pers  karena lebih efektif,” katanya kepada wartawan di Sekretariat Sahabat Haji Sutarman, Ahad (12/11/2017) lalu.

Setelah memahami kondisi ril masyarakat Kota Bima, sejak 2012 Sutarman berkomitmen untuk maju sebagai calon Wali Kota Bima. keinginannya didasari niat tulus membangun Kota Bima, menghilangkan berbagai kesenjangan dan berbagai ketimpangan.

“Alhamdulillah (untuk) kota minim lima kursi. Jadi saya harus mencari kendaraan mengumpulkan lima kursi. Metoda kehadiran saya di sini, operasi senyap (silent operation) itulah yang belakangan hari manfaatnya jauh lebih besar,” katanya.

Soal partai yang akan digunakan dalam berkompetisi pada Pilkada Kota Bima, Suratman optimis tetap mendapatkan kendaraan politik. Meskipun muncul klaim dari beberapa calon lain yang sudah memborong Parpol.

Dua Parpol yang intens berkomunikasi dengannya Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra. “Informasi hanya tiga sumber yang benar, istilah saya tiga plus satu. Informasi itu hanya bisa datang dari Sutarman, Pak Lutfi, Arahman. Di luar orang tiga itu membias. Tinggal tiga orang itu mau menyampaikan informasi yang jujur kepada lingkungannya,” katanya.

Mengapa hanya tiga figur tersebut yang mengetahui soal kendaraan politik para bakal calon. Karena hanya tiga orang tersebut yang intens berkomunikasi dan bertemu di DPP Parpol.

“Plus satunya Allah. Tapi saya ngomong dunia, hanya tiga orang ini yang tahu, sehingga keluar klaim-klaimnya. Kenapa hanya orang tiga ini yang tahu? Hanya orang tiga ini di DPP, ketemu partai ini hanya nama tiga orang ini. Ketemu partai lain hanya itu,” katanya.

Mengenai kepastian arah dukungan Parpol, Sutarman tak ingin lebih awal menglaim. Karena kepastian dukungan berdasarkan Surat Keputusan Parpol. Bukan dari surat rekomendasi. Berbicara klaim setiap figur bisa saja memiliki klaim masing-masing. Karena tak ada larangan untuk itu. Namun soal kepastian bergantung keputusan akhir DPP Parpol yang diperkirakan akan diumumkan akhir November 2017 ini.

Jika pun ada figur bakal calon lain yang sudah menglaim sudah memborong seluruh atau 99 persen Parpol pengusung. Sutarman tetap optimis mendapatkan kendaraan. Sejak awal komitmennya hanya akan maju sebagai calon orang nomor satu untuk mewujudkan perjuangan untuk masyarakat Kota Bima.

“Memang sampai hari ini memang belum ada yang memegang SK. Saya tidak mau berbicara rekomendasi. Rekomendasi kalau kita analoginya kejadian hari ini, jangankan level kota, level calon gubernur, bagaimana hiruk pikuknya. Di akhirnya goyangnya luar biasa, yang sudah rekomendasi goyah, apalagi yang belum punya rekomendasi. Apalagi yang belum punya apapun. Jadi memang belum mengerucut, saya sedang melengkapi syarat minimal,” katanya.

Selain dua Parpol yang sedang intens berkomunikasi dengannya, Sutarman juga membuka pintu bagi partai yang ingin bersama mengusungnya. “Tidak perlu banyak bahwa nanti ada kawan-kawan partai bergabung dengan kita wellcome dengan sudut pandang yang sama, tidak terjadi transaksional yang mencolok. Hal yang tak bisa dihindari, tapi saya garis bawahi tidak menyolok. Umum karena teman-teman rasional, kita juga butuh mereka. Tapi skali lagi platform dulu yang perlu kita samakan dulu, niat kita untuk Kota Bima seperti apa,” katanya.

Menurutnya, saat ini sejumlah Parpol sedang bergerak dinamis, memertimbangkan bakal calon yang akan diusung. Sehingga Parpol memiliki perspektif yang luas. Tak hanya mengintip dan memertimbangkan bakal calon dari kaca mata kuda. Hal itu yang membuatnya lega dan memiliki optimisme bahwa Parpol juga memiliki tanggung jawab moral menghadirkan pemimpin berkualitas untuk masyarakat Kota Bima.

“Makanya saya anggap positif gerakan dinamis hari ini. Positif bagi saya, dari sudut pandang saya. Karena proses metamorfosis yang baik, mencari yang terbaik, tidak menganalisa berdasarkan abstrak politik. Berdasarkan nafsu politik semata,” katanya.

Menyoal sejumlah figur bakal calon Wakil Wali Kota yang akan mendampinginya, Sutarman menyatakan masih dalam tahap penjajakan. Menurutnya ada beberapa tahapan pengerucutan yang ditetapkannya yaitu tahapan perkenalan, kemudian tahapan penyamaan persepsi tentang tujuan memimpin Kota Bima dan tahap final menyangkut persiapan teknis, tentang strategi dan finansial.

“Saya belum sampai ke tahap ketiga. Karena kalau sudah masuk tahap ketiga itu sudah masuk hal yang sensitif sekali dan semua kandidat baru sampai ke tahap kedua, belum sampai ke tahap ketiga. Kalau sudah masuk tahap ketiga ini hal yang sensitif sekali,” katanya.

Dikatakannya, pada tahap ketiga, penentuan pendamping akan dilakukannya bersama Parpol pengusung.

“Menyangkut wakil nama-nama itu juga tidak salah. Karena nama menyangkut lebih dari satu, kita juga tidak mau mengeksposnya terlalu terbuka. Karena tahapan itu ada tiga,” katanya. (US/*)

No comments