Breaking News

Objek Wisata dan Keunikan yang Nggak Bikin Nyesal ke Sape

Pemandangan Pantai di Bajo Pulo Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Foto US


Bima, Berita11.com—Kecamatan Sape merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bima yang memilikii potensi parawisata yang sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai destinasi wisata di Kabupaten Bima.

Sebagian objek wisata ini sudah tenar di telinga masyarakat Bima dan masyarakat sekitar pada umumnya. Mengunjunginya tidak akan membuat Anda menyesal untuk mengetahui dan melihat langsung keunikan, bagian dari keberagaman Indonesia.

Berikut daftar obke wisata di Kecamatan Sape Kabupaten Bima yang patut Anda kunjungi:

Pantai Mata Mboko
Pantai Mata Mboko termasuk dalam kategori wisata alam dengan daya tarik yang disajikan adalah hamparan pasir pantai yang indah serta memiliki ombak yang cukup tenang. Pantai mata mboko ini terletak di Desa Lamere Kecamatan Sape. Di sekitar kawasan pantai ini belum terdapat fasilitas – fasilitas pendukung seperti fasiliitas perdagangan dan jasa, penginapan pengunjung sedangkan jaringan telekomunikasi sudah dapat terlayani dengan baik.

Pantai Torowamba
Merupakan bentangan pantai dengan panjang lebih kurang  1 (satu) . kilometer. Pantai Torowamba berbeda dengan pantai-pantai lain, pantai ini unik dengan pasir yang berwarna kemerah-merahan dan halus. Air laut yang tenang dan jernih dengan sebaran terumbu karang yang masih terjaga menjadi daya tarik tersendiri. Waktu tempuh menuju pantai Torombala 1,5 jam dari pelabuhan sape menggunakan perahu atau speedboat.  

Pantai Lamere
Merupakan bentangan pantai dangan pemandangan alam yang sangat indah dan termasuk dalam kategori wisata alam dengan daya Tarik wisata yang disajikan merupakan hamparan pasir yang yang sangat indah. Pantai lamere ini merupakan salah satu pantai yang terletak di Desa Lamere. Di sekitar kawasan pantai ini belum terdapat fasilitas–fasilitas pendukung kawasan parawisata seperti perdagangan dan jasa serta penginapan untuk pengunjung parawisata.

Kawasan Bajo Pulo
Bajo Pulo adalah sebuah pulau yang dihuni oleh suku bajo yang sebagaian besar merupakan nelayan. Pulau ini menyimpan pesona alam yaitupantai nisa na’e dan telaga bidadari bajo pulo dengan biota laut yang masih terjaga, serta fauna dengan sarang burung walet, dan hamparan pantai pasir putih dan laut yang indah. Pulau dengan luas 8000m2 ini terdapat 3 dusun, yaitu; dusun pasit putih, dusun bajo pulo tengah, dan dusun bajo pulo barat.

Pulau Gilibanta
Pulau Banta atau dikenal juga dengan nama Gili Banta merupakan sebuah pulau tidak berpenghuni. Luas wilayah 40.500 hektar. Pulau ini telah ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi Laut daerah (KKLD) Kabupaten Bima berdasarkan SK Bupati Bima, Nomor 08 Tahun 2005, tanggal 2 Januari 2005.  

Bukit Naga Nur
Bukit Nanga Nur berjarak sekitar 3 km dari Tempat Pelelangan Ikan Sape-Bima. Sebelum mendaki, akan melewati 3 mata air bekas telaga yang oleh warga sekitar dikenal dengan Nanga Nur (Nanga = Telaga, Nur = Cahaya). Jadi Nanga Nur adalah Telaga Cahaya yang dibuat oleh para Mubaliq yang menyiarkan agama Islam di Bima. Karena pada zaman dulu Islam masuk di Bima melalui Sape pada sekitar Abad ke 16 dan 17.   

Wadu Sura
Wadu Sura merupakan salah satu situs peninggalan peradaban agama Islam menurut sejarah Ruma Ka’i bersama seluruh pengikutnya berikrar memeluk Islam dan mengangkat sumpah setia yang dikenal dengan sumpah Darah Daging dengan mengiris jari mereka dan meminum darah untuk memeluk Islam dan mengislamkan rakyat Bima. Tempat sumpah setia itu dikenal dengan Wadu Sura.  

Tari Buja Kadanda
Tari Buja Kadanda adalah salah satu tarian tradisional yang menggambarkan dua prajurit yang sedang berperang. Tarian ini biasanya dibawakan oleh dua orang penari pria berpakaian prajurit bersenjatakan tombak dan perisai. Tari buja kandanda ini merupakan salah satu tarian tradisional dari daerah.   

Situs Wadu Kopa Koka
Situs Wadu Kopa Koka merupakan sebuah prasasti batu yang terdiri dari sebuah tapak kaki dengan panjang 1,2 meter dan lebar 80 cm, dan di sebelah utara terdapat sebuah kolam batu dengan ukuran diameter 80 cm kedalaman 50 cm. Dari kolam tersebut terdapat saluran (tempat keluar air yang ada di kolam) menghadap utara, ini disebut Yoni. Dugaan sementara situs ini dulu merupakan sebuah situs penanda wilayah kekuasaan dan eksistensi seseorang (penguasa dan pelindung wilayah) dengan ditandai sebuah telapak kaki, dan penanda wilayah subur yang ditandai dengan ceruk batu yang mempunyai cerat (tempat keluar air). Wadah ini merupakan personifikasi hubungan manusia dengan pencipta sebagai alat persembahan.  

Tabe Bankolo/Gunung Kabuju

Tabe bangkolo merupakan gugusan pegunungan dan hamparan lembah disebelah barat Kecamatan Sape Bima, yang merupakan tempat peninggalah Nuhi Jia. Tabe bangkolo ini termasuk dalam kategori wisata cagar budaya dikarenakan jaman Ncuhi merupakan salah satu jaman yang sangat bersejarah bagi masyarakat Bima dimana Ncuhi adalah kepala suku atau ketua adat bagi masyarakat Bima. (US/*)

No comments