Breaking News

Soal Modal Macet, Prusda Kabupaten Dompu Siap Digugat

Direktur Perusahaan Daerah Kabupaten Dompu, Nasrun Hanif SE. Foto Syahrul


Dompu, Berita11.com— Hingga kini polemik penyertaan modal dari Pemkab Dompu sebesar Rp4 miliar tahun 2013/2014 untuk perusahaan daerah (Prusda) yang belakangan macet belum tuntas dan disorot publik. Bahkan kini muncul kelompok yang ingin menggugat masalah itu.

Mengenai isu itu, Direktur Perusahaan Daerah Kabupaten Dompu,  Nasrun Hanif SE, mengaku siap mengahadapi gugatan hukum yang rencananya akan dilakukan seorang pengacara di Kabupaten Dompu. "Sebenarnta kami siap digugat,” katanya di Dompu, Rabu (8/11/2017).

Menurut Nasrun, masalah modal macet  sebenarnya tidak perlu  digugat karena pihaknya tentu memiliki itikad baik menyelesaikan persoalan itu.

“Ini hanya urusan hutang piutang saja sebab uang prusda masih dihutang oleh pihak-pihak ketiga,” katanya.

Dikatakannya, hutang-piutang itu ada tahapanya. Posisis Prusda seperti lembaga keuangan yang berupaya menyelesaikan persoalan internal.

“Lihat saja dalam dunia perbankan kalau terjadi kredit macet tentu ada tahapan penyelesaian dan langkah salah satunya diberikan peringatan, mendatangi yang bersangkutan dan  cara lainya agar permasalahan bisa ada jalan keluarnya. Nah, itu sama dengan kondisi Prusda,” katanya.

Nasrun menjelaskan dana pernyataan modal dari Pemkab Dompu  tidak hanya fokus pada satu item. Sehingga munculnya persoalan dalam kubu Prusda saat itu  terkait penggunaan anggaran untuk program jagung.

“Saat itu ada pos anggaran yang memang diberikan kepada masing-masing person (masyarakat/pos mitra) untuk mendukung operasi pasar. Artinya dana itu diberikan kepada mereka jadikan modal untuk membeli jagung kepada masyarakat dengan harga Rp1.950,” ujar dia.  

Modal untuk pos mitra yang digelontorkan Prusda  Rp950 juta. Ketika itu  setiap gudang mitra harus mampu mengumpulkan 1000 ton jagung. Namun target itu  tercapai sehingga menyebabkan mitra tidak mampu mengembalikan dana itu.

“Nah itu dia masalahnya, sampai saat ini sebagian dana Prusda itu masih menjadi hutang yang belum dikembalikan. Sampai saat ini ada tujuh sampai delapan pihak pos mitra yang belum menyelesaikan hutang tersebut,”  katanya.

Ditegaskannya,  sebenarnya Prusda  terus menagih sisa modal  yang hingga kini belum dilunasi para mitra itu.


“Sebenarnya dari tahun kemarin tepatnya bulan Januari kami bersama TPTGR sudah mau esekusi para person-person yang belum mengembalikan uang itu. Tapi kami masih mengkedepankan perasaan. Tapi kalau di awal tahun 2018 tidak ada kepastian, terpaksa kita tidak secara tegas dengan menyerahkan permasalahan ini ke TPTGR,” tandasnya. (RUL)

No comments