Breaking News

YARKI: Masalah Prusda sudah Diadukan kepada KPK

Direktur YARKI, Abdullah SH MH. Foto RUL.


Dompu,Berita11.com— Yayasan Tambora Bangkit nampaknya tak main-main menyorot kinerja perusahaan daerah (Prusda) Kabupaten Dompu. Ketua Yayasan YARKI, Abdullah SH MH mengaku sudah berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait masalah itu.

Dikatakannya, persoalan yang diadukan yaitu terkait kerugian anggaran dari penyertaan modal kepada Prusda. “Saya baru pulang dari Jakarta dan saya pada hari Senin 20 November 2017 kemarin sudah berkoodinasi dan mengadukan masalah Prusda itu ke KPK,” ujar Ketua Abdullah di Dompu, Selasa (21/11/2017).

Menurut Abdullah, respon pihak KPK terhadap laporan yang disampaikannya positif. Bahkan lembaga anti rusuah itu berterima kasih atas laporan yang disampaikannya. 

“Kehadiran saya di KPK sangat direspon baik. Terutama pada saat menerima berkas pengaduan yang saya serahkan,” katanya.

Ditambahkan Abdullah, KPK berjanji akan menindaklanjuti pengaduan mengenai masalah Prusda. “Insyah Allah, mereka berjanji bahwa masalah Prusda akan ditindaklanjuti.I ntinya kita lihat saja seperti apa hasilnya nanti,” katanya.

Seperti dilansir sebelumnya, Direktur Prusda Kabupaten Dompu, Nasrun Hanif SE menyatakan siap jika digugat oleh pihak tertentu. Hanya saja menurutnya terkait masalah Prusda tak perlu digugat karena pihaknya memiliki itikad bagik menyelesaikan persoalan modal macet.

“Ini hanya urusan hutang piutang saja sebab uang prusda masih dihutang oleh pihak-pihak ketiga,” katanya.

Dikatakannya, hutang-piutang itu ada tahapanya. Posisi Prusda seperti lembaga keuangan yang berupaya menyelesaikan persoalan internal.

“Lihat saja dalam dunia perbankan kalau terjadi kredit macet tentu ada tahapan penyelesaian dan langkah salah satunya diberikan peringatan, mendatangi yang bersangkutan dan  cara lainya agar permasalahan bisa ada jalan keluarnya. Nah, itu sama dengan kondisi Prusda,” katanya. (RUL)

No comments