Breaking News

Desa Leu belum Berani Tetapkan RKPDes 2018, Ternyata ini Alasannya!

Kepala Desa Leu, Muhammad Taufik, S.Ag. Foto Hamid

Bima, Berita11.com— Kebijakan Pemerintah Kabupaten Bima mengurangi Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2017 melalui APBD perubahan tahun 2017 dinilai menghambat pelaksanaan program desa. Salah satunya dirasakan Desa Leu Kecamatan Bolo.

Imbasnya, Pemerintah desa setempat belum berani menetapkan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2018 karena kuatir hal yang sama akan terjadi.

Kepala Deaa Leu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Muhammad Taufik menjelaskan belum menetapkan RKPDes lantaran terjadinya pengurangan pagu definitif tahun 2017. Alasan lain yaitu karena pola alokasi dasar dan formulasi dana desa (DD) tahun 2018 dari 90 persen telah diubah menjadi 77 oleh pemerintah pusat. Sehingga dipandang berpotensi mengurangi porsi program pemerintah desa.

“Artinya pengurangan DD Leu sekitar Rp96 juta. Jelaslah, sudah pasti karena kita merencanakan dengan dasar pagu yang 2017 saja bergesernya sekian. Maka akan ada item yang dikorbankan. Jadi saat ini kita belum bisa memberikan kepastian tentang RKPDes 2018,” jelasnya kepada Berita11.com di kantor Desa Leu, Selasa (5/12/2017).

Menurut Taufik secara normatif, penganggaran dana desa berpedoman pada pagu indikatif dan definitif. Pagu indikatif punya potensi mengalami rasionalisasi, sedangkan untuk pagu definitif bersifat baku. Namun, pergeseran pagu definitif di akhir Oktober terjadi di tengah anggaran berjalan sehingga  mengganggu program desa.

“Rata-rata Rp20 juta per desa. Mungkin terkait dengan pengiritan pusat boleh. Tapi yang kita pahami pengurangan itu akibat dari pengurangan DAU kabupaten. Ketika pengurangan DAU oleh pusat sekitar Rp15 miliar imbasnya ke 191 desa. Tentu ada regulasinya tapi tetap kita mengurangi belanja di tengah jalan,” katanya. (ID)

No comments