Breaking News

Dosen Suspect Difteri dan Bayi Asal Penaraga masih Dirawat di RSUD Bima

Bayi Suspect Difteri  Asal Kota Bima masih Dirawat di RSUD Bima, Senin (18/12/2017) Sore. Foto US

Kota Bima, Berita11.com— Hingga Senin (18/12/2017) sore, dua pasien suspect difteri FH (30 tahun) dosen Perguruan Tinggi Swasta asal Desa Rato Kecamatan Bolo Kabupaten Bima dan AV, bayi 2,3 tahun asal Kelurahan Penaraga Kecamatan Raba Kota Bima masih dirawat intensif di ruang isolasi RSUD Bima.

Sebelumnya, kedua pasien tersebut dirawat di RSUD Bima sejak dua hari lalu. Bayi AV dirawat karena demam tinggi dan radang di tenggorokan yang mengarah dugaan difteri. Pihak Dinas Kesehatan Kota Bima membenarkan bahwa bayi AV yang dirawat di kamar Zaitun RSUD Bima merupakan pasien suspcet difteri. Sementara warga lain yang juga suspect difteri, FZ, bocah delapan tahun asal Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat masih dalam upaya dirujuk ke RSUD Bima.

Petugas Dinas Kesehatan Kota Bima telah mengumpulkan sampel Swap dari kedua terduga difteri tersebut. Dari hasil pengecekan Dikes, dua pekan sebelumnya FZ diketahui berada di Sumbawa.

“Dua minggu sebelumnya FZ dan keluarganya di Sumbawa. Tapi kalau yang satunya nggak kemana-mana,” ujar pegawai Dikes Kota Bima yang tak menyebut namanya.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dikes Kota Bima, H Mustamin, M.Kes membenarkan bahwa terdapat dua warga Kota Bima yang suspcet difteri. Namun ia belum menerima laporan detail nama dua warga itu. Untuk memastikan gejalan yang dialami dua warga itu,  Dikes Kota Bima akan mengirim sampel Swap ke Laboratorium di Surabaya Jawa Timur.

“Saya belum menerima detail nama kedua warga itu. Itu statusnya suspect, kita masih akan mengirim dulu sampel dari dua orang itu,” kata Mustamin ketika dihubungi melalui sambungan Ponselnya, Senin siang.

Pada tempat terpisah, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bima yang dikonfirmasi membenarkan FH (30 tahun) yang dirawat di ruang isolasi RSUD Bima merupakan pasien suspect difteri. Dinas setempat telah melakukan berbagai langkah menindaklanjuti temuan itu termasuk pengambilan sampel yang akan dikirim ke laboratorium Surabaya.

“Pak Kadis, Kabid sedang tugas luar. Tapi benar yang dirawat itu suspect difteri. Tadi kan sudah (liput) di sana,” ujar pegawai Bidang P2PL Dikes Kabupaten Bima yang tidak menyebut namanya. (US)

No comments