Breaking News

Giliat Usaha Pemuda Dompu, Setiap Hari Hasilkan 30 Aksesoris dari Tulang Sapi

Abdul Haris Serius Mengukir Tulang Sapi Menjadi Aksesoris Kalung. Foto Syahrul Berita11.com
Dompu, Berita11.com— Puluhan aksesoris seperti gelang, mata kalung, gantungan kunci, cincin tertata rapi di dalam ruangan kecil itu. Sebagiannnya ada yang masih berserakan di atas meja, masih dipoles menjadi aksesoris menarik. Seluruhnya terbuat dari tulang sapi.

Di ruangan kecil itu, setiap hari Abdul Haris menghasilkan paling sedikit 30 aksesoris berbagai jenis yang terbuat dari tulang sampi. Rupanya membuat aksesoris dari tulang sapi merupakan aktivitas sampingan petugas keamanan (security) perusahaan air minum dalam kemasan Marina Dompu ini sejak lama.

“Saya memang sudah dari kecil suka dan hoby sekali membuat benda-benda aksesoris seperti ini,” ujar Abdul Haris, saat ditemui Berita11.com di kediamannya di Lingkungan Bali 1 Kelurahan Bali 1 Kecamatan Dompu, Sabtu (23/12/2017).

Bakat memoles tulang sapi menjadi aksesoris menarik digeluti Abdul Haris tanpa guru. Awal-awalnya keterampilan itu bermula dari keisengannya mencoba. Setelah dicoba kemampuannya untuk memoles tulang menjadi aksesoris semakin berkembang. Maka tak heran di sela kesibukannya, ia selalu membuat berbagai jenis aksesoris dari tulang sapi.

“Saya biasa membeli tulang sapi ini Rp5000 per kilo. Kemudian tulang ini saya potong-potong sesuai ukuran jenis aksesoris yang mau dibuat,” kata Haris.

Sayangnya meskipun sudah lama membuat berbagai jenis aksesoris menarik dari tulang sapi, Haris tak pernah memasarkan secara khusus karyanya itu. Ia bahkan masih bingung  karena tak memiliki jaringan atau outlet untuk memajang karyanya.

Satu-satunya harapannya, aksesoris yang ia buat diminati oleh para pelancong. “Ya hitung-hitung mempromosikan hasil karya kami sebagai anak Dompu. Tapi sayangnya sampai hari ini belum pernah orang luar yang membeli hasil karya saya ini,” katanya

Selama ini, aksesoris yang ia buat terkadang dibeli orang teman-temannya. Ada yang membeli Rp20 ribu per jenis aksesoris, bahkan ada yang hanya sekadar menukarnya dengan sebungkus rokok.

Berbagai Jenis Aksesoris dari Tulang Sapi yang Dibuat Abdul Haris. Foto Syahrul Berita11.com

“Aksesoris ini paling dibeli oleh teman-teman saya dengan harga Rp20 ribu per buah. Bahkan ada juga yang saya kasih gratis walaupun teman saya memberikan upah dengan satu bungkus rokok,” cerita bapak satu anak ini.

Untuk menghasilkan puluhan aksesoris dari tulang sapi, Abdul Haris hanya bermodal sejulmah alat manual sederhana seperti kater, lem, gerinda, gunting dan amplas.

Selain Abdul Haris, Kabupaten Dompu menyimpan banyak pengrajin dengan berbagai talenta. Berbagai kerajinan tangan (handy craft) itu seperti industri kecil pembuat mebel lemari, kursi, meja dan dipan. Berbagai jenis mebel itu mendominasi di jalan negara sepanjang Kecamatan Manggelewa. Kerajinan lain yaitu pandai besi seperti pisau dan parang di sepanjang jalan Kelurahan Kandai 2 Kecamatan Woja.

Menariknya usaha kerajinan itu masih memanfaatkan alat manual untuk membuat berbagai benda tajam itu.

Selain di Kecamatan Woja dan Manggelewa, aktivitas pengrajin juga terdapat di sekitar Terminal Ginte di Kelurahan Kandai 2 dan Simpasai Kecamatan Dompu. Dua kelurahan tersebut didominasi pengrajin batako. Tak jauh dari wilayah tersebut, Desa Kareke, Desa Dore Bara dan Desa Raba Baka menyimpan banyak pengrajin batu bata. Selain berbagai kerajinan dari tanah, Dompu juga memiliki segudang kuliner khas seperrti timbu (nasi bambu bakar). 

Para penjual timbu mendominasi pemandangan di sekitar pasar raya Dompu, tak jauh dari masjid raya setempat. (RUL)


No comments