Breaking News

Ini Progres Akhir Pembangunan Bendungan Tanju dan Mila

Pejabat Pembuat Komitmen Bendungan III Tanju dan Mila, Ir Japarussidik MT. Foto Syahrul Berita11.com

Dompu,Berita11.com— Proyek nasional pembangunan Bendungan Tanju dan Mila di Kabupaten Dompu memasuhi tahap akhir. Menjelang akhir tahun 2017, progresnya telah mencapai 92,068 persen, sedangkan realisasi anggaran telah mencapai 100 persen melalui DIPA Tahun 2017.

Pejabat Pembuat Komitmen, Bendungan III  Tanju dan Mila, Ir Japarussidik MT mengatakan, progres 92,068 persen dihitung mulai 15 Desember 2017.

“Alhamdulillah, pembangunan Bendungan Tanju dan Mila memasuki bulan Desember ini menunjukan progres yang sangat baik,” ujar Japarussidik saat diwawancarai Berita11.com di ruang kerjanya, Kamis (14/12/2017).

Japarussidik menyebutkan, pembangunan Bendungan Tanju dan Mila oleh Hutama-Nyndia yang merupakan perusahaan Kerja Sama Operasi (KSO) dengan nilai kontrak sebesar Rp357,168,947,300. Sementara nilai pagu tahun 2017 Rp105.790.938.000.

“Mengenai progres fisik sampai dengan 15 Desember 2017 terhadap nilai kontrak (MYC) antaralain dari rencana fisik mencapai 75.611 persen dan keuangan 75.611 persen,” katanya.

Baca Juga:

Sementara itu realisasi mencapai 75.267 persen, sementara keuangan 69.949 persen dan deviasinya -0.344 persen dan keuangan -5.662 persen. Progres pembangunan sesuai DIPA 2017 antaralain dari rencana fisik 93.179 persen atau keuangan 93.179 persen, sedangkan realisasinya mencapai 92.068 persen atau keuangan 100 persen. Sementara deviasinya -1.111 persen atau keuangan -6.821 persen.

“Terdapat realisasi fisik tahun 2016 sebesar 34.212 persen ditambah 92.068 persen sehingga menghasilkan jumlah sebesar 126.28 persen,” jelas Japarussidik.

Japarussidik menyebut, progres keuangan sampai 15 Desember 2017 terhadap nilai kontrak (MYC) antaralain rencana fisik sebesar 270,059,021,743 (keuangan 270,059,021,743). Realisasinya sebesar 268,830,351,564 (keuangan 227,122,568,000) dan deviasinya sebesar -1,228,661,178 (keuangan -42,936,444,743).

Sedangkan terhadap DIPA tahun 2017 rencana fisik sebesar Rp98,574,737,206 (keuangan Rp98,574,737,206), realisasi  Rp97,399,927,422 (keuangan Rp105,790,938,000) dan deviasinya -1,174,809,783 (keuangan Rp7,261,200,793).

"Sisa penyerapan Tahun 2017 hasilnya 0 alias tidak ada. Realisasi keuangan terhadap DIPA Rp 105,790,938 (termasuk PPN 10 persen) merupakan termin ke 5 sampai 8 tahun 2017. Realisasi keuangan terhadap MYC Rp 227,122,568,00 (termasuk PPN 10 persen) merupakan akumulasi 1 sampai 8,” terangnya.

Mengenai rekapitulasi progres fisik hingga 15 Desember tahun 2017,  Bendungan Tanju dengan rencana 78.582 persen (keuangan 78.582 persen), realisasi 78.929 persen (73.100 persen). Deviasinya +0.374 persen (keuangan -5.482 persen).

“Sedangkan untuk Bendungan Mila dengan rencana fisik 71.860 persen (keuangan 71.86 persen), realisasi 72.904 persen (keuangan 67.92 persen). Deviasinya 1.044 persen (keuangan -3.94 persen),” sebutnya.

Meskipun banyak progres positif, Japarusidik mengakui banyak kendala dalam proses finalisasi pembangunan Bendungan Tanju dan Mila yaitu musim hujan dan reaksi masyarakat yang menuntut pengaspalan jalan.

“Alhamdulillah, kami sudah melakukan pendekatan emosional dengan masyarakat guna memberikan masukan dan penjelasan mengenai aspirasi dan permintaan mereka. Kami insya Allah akan merealisasikan keinginan warga yang meminta pengaspalan jalan itu. Tapi kami butuh waktu karena mengingat pembangunan bendungan ini masih berjalan sampai Desember 2018,” katanya.(RUL)

No comments