Breaking News

Intesitas Hujan Tinggi, BPBD Kota Bima Cek Kesiapan Tim

Sejumlah Mobil Terendam Setelah Dihantam Banjir Bandang Kota Bima Tahun 2016 Silam. Foto Berita11.com


Kota Bima, Berita11.com— Sepekan terakhir intensitas hujan di Bima dan Dompu tinggi. Hal itu juga mengusik warga Kota Bima. Bahkan masih dibayang-bayangi peristiwa dahsyat tanggal 21 dan 23 Desember 2016 silam. Mengantisipasi kemungkinan terburuk, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima mengecek kesiapan tim penanggulangan bencana.

Kepala BPBD Kota Bima, Ir H Syarafuddin MM mengatakan, secara umum intesintas hujan di Kota Bima cukup tinggi. Untuk memperoleh perkembangan informasi cuaca, BPBD selalu berkoordinasi dengan Stasiun Meteorologi Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima.

“Kita antisipasi dengan mengecek kesiapan tim. Memang ada beberapa sungai yang sempat mengalami peningkatan debit,” ujar Syarafuddin ketika diubungi  Berita11.com melalui sambungan Ponsel, Kamis (21/12/2017).

Syarafuddin menyebut, sejumlah titik rawan luapan banjir di Kota Bima yaitu daerah hulu dan sekitar hilir seperti Kelurahan Paruga, Kelurahan Tanjung, Lampe dan Kelurahan Dodu. Salah satu penyebab luapan banjir yaitu material yang menutup jembatan dan aliran sungai seperti batang bambu yang berasal dari daerah hulu di Kota Bima dan sebagian wilayah Kabupaten Bima.

Permasalahan lain kata Syarafuddin yaitu masih ada sebagian warga yang membuang sampah di aliran sungai. Padahal penyebab utama banjir bandang tahun 2016 silam yaitu penyempitan sungai.

“Maka kita tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai. Karena permasalahan utamanya sampah juga,” kata mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bima ini.

Berdasarkan hasil pendataan BPBD Kota Bima, dampak luapan banjir sepekan terakhir di wilayah Kota Bima yaitu 1 hektar sawah rusak parah dan dipastikan gagal panen dan 10 hektar lahan lain terendam.

Pada bagian lain berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Muhammad Salahuddin, dari pengamatan synoptik umumnya suhu udara di Bima-Dompu berkisar 25-32 derajat celsius dengan kelembaban 670-97 persen.

Angin bertiup dari arah Utara dengan kecepatan 10-30 Km/ jam. Nilai indek ENSO (Nino 3,4) menunjukkan nilai 78 mengindikasikan fenomena La Nina Lemah. Kondisi tersebut dapat mendukung pembentukan awan-awan hujan yang lebih intensif di Indonesia bagian timur termasuk NTB, khususnya Bima. Suhu muka laut di sekitar Bima 28-29 derajat celsius. Kondisi cukup hangat dapat memberikan suplai air untuk pertumbuhan awan hujan.

Sementara kelembaban udara cukup lembab hingga lapisan 200 Pascal (Pa). Berdasarkan data-data tersebut, Stamet Muhammad Salahuddin Bima memprediksi permodelan cuaca wilayah Bima dan Dompu pada tanggal 21-23 Desember 2017 berpotensi terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir yang berpeluang terjadi siang hingga sore hari. Angin bertiup dari arah Utara dengan kecepatan 10-30 km/jam. Stamet Bima juga mengingatkan nelayan agar mewaspadai gelombang laut yang bisa mencapai 2 meter. (US)


No comments