Breaking News

Sambolo dan Salempang Bangkitkan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Bima

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Drs H Abdul Muis HAL, M.Kes. Foto Hamid

Bima, Berita11.com— Setelah Peraturan Bupati (Perbub) Bima Tentang Etnic Day ditetapkan, permintaan terhadap pakaian khas sambolo dan salempang khas akan meningkat sehingga diperkirakan puluhan hingga ratusan industri kecil dan menengah yang menggerakan ekonomi kreatif di Kabupaten Bima juga bangkit.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, H Abdul Muis HAL, M.Kes mengatakan, selain mempertahankan budaya, penetapan Perbub tentang Etnic Day diharapkan menciptakan nilai baru (multiplier effect) terhadap ekonomi kreatif masyarakat.

“Walaupun pemasanan nanti massal, dia akan ikut. Jadi sosialisasi Perbub akan menumbuhkan, memberikan peluang usaha ekonomi kreatif. Jadi akan tumbuh usaha baru untuk pengembangan ekonomi kreatif. Untuk bidang pariwisata ini sebagai ciri,” ujar Muis kepada Berita11.com di Dispar, Selasa 5/12/2017).

Meskipun Etnic Day  penggunaan sambolo dan salempang pada aparatur awalnya merupakan ide yang muncul dari Pemerintah Kabupaten Bima, Dispar Kabupaten Bima optimis akan diikuti daerah sekitar. Tidak menutup peluang juga akan berkembang di Kota Bima.

“Sambolo itu sebagai image Bima itu seperti apa. Kalau di Jawa image blankon, image Bima itu sambolo dan itu sangat bagus. Kalau upaya masuk ke kota, ini masalahnya administrasi, nanti kalau sudah keluar (Perbub) akan dengan sendiri. Misalnya kemarin Dompu dengan rimpunya,” ujar Muis. (US/*)

No comments