Breaking News

Temuan Inspektorat Kota Bima Mulai dari Pengelolaan Aset hingga SPPD

Ilustrasi.

Kota Bima, Berita11.com— Meskipun Kota Bima menyandang status opini Wajar Tanpa Pengecualian dari lembaga audit negara, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI). Ternyata pengelolaan keuangan bukan tanpa masalah, dari hasil audit, Inspektorat menemukan masalah pengelolaan aset hingga kelebihan penggunaan biaya perjalanan dinas (Surat Perintah Perjalanan Dinas/ SPPD).

Sekretaris Inspektorat Kota Bima, Anwar menjelaskan, meskipun ada beberapa masalah yang ditemukan hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah seperti kelebihan biaya perjalanan dinas. Namun nilai temuan itu tidak signifikan.

“Ada (temuan) hampir seluruh OPD masalah kelebihan perjalanan dinas. Tapi tidak seberapa, kelebihanannya 100 ribu, 200 ribu atau 300 ribu. Mungkin totalnya 2 juta yang terjadi karena misalnya staf melakukan perjalanan dinas saat di luar tiba-tiba ada sesuatu penghambat dia balik seperti waktu ditentukan,” kata Anwar di Inspektorat Kota Bima, Senin (18/12/2017).

Menurut Anwar sejumlah masalah temuan itu sudah diselesaikan setiap OPD. Inspektorat memberikan tiga tingkatan untuk setiap temuan berdasarkan hasil audit yaitu mulai dari tingkat berencana, khilaf hingga salah.

“Kalau niat (melanggar hingga munculnya temuan) itu berat. Kalau salah juga berat, tapi 
kalau khilaf masih mendingan kalau rencana sudah tertata pelanggarannya,” katanya.

Setelah proses audit oleh auditor setempat dan oleh BPKB, Inspektorat melaksanakan pemantauan tindak lanjut (PTL). “Baik hasil pemeriksaan BPKP maupun audit APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah). Cuma untuk SKPD masih batas pembinaan. Rekomendasi temuan itu administrasi dan temuan kerugian daerah atau pengembalian,” ujarnya. (US)

No comments