Breaking News

Yuk Perkuat Branding Pariwisata Kabupaten Bima!

Keindahan Pantai Lariti di Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Foto KM Tembe Nggoli.

Bima, Berita11.com— Pengembangan pariwisata tak semata membutuhkan penataan infrastruktur. Namun lebih dari itu membutuhkan branding yang kuat atau citra positif. Upaya itu yang terus dilakukan Dinas Pariwisata Kabupaten Bima.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Drs H Abdul Muis HAL, M.Kes mengatakan, kekuatan branding atau image positif sangat berpengaruh terhadap pengembangan pariwisata. Misalnya tentang berbagai objek wisata. Pariwisata  sejumlah daerah lain di Indonesia seperti Bali, Lombok juga berkembang karena kuatnya branding melalui upaya promosi.

“Misalnya Pantai Pink itu brandingnya justru bukan dari Bima tapi dari Labuan Bajo. Kalau brandingnya sudah kuat orang akan ke sana. Walaupun Pantai Pink yang pasirnya pink banyak juga di daerah lain, tapi ada keunikan atau yang berbeda. Pariwisata itu yang dijual seperti kecap,” ujar Muis kepada Berita11.com di Dispar, Selasa (5/12/2017).

Selain objek wisata, upaya Dinas Pariwisata Kabupaten Bima juga mempromosikan berbagai keunikan dan budaya seperti cita rasa kopi Tambora yang digaungkan melalui Festival Kopi Tambora dan berbagai kegiatan lain.

“Branding Tambora itu kuat Dompu, justru naiknya ke puncak Tambora itu lewat Bima. Saya bila memang begitu, branding itu menentukan,” ujar pria yang pernah menjadi guide.

Selain pemerintah, pengembangan branding pariwisata Kabupaten Bima membutuhkan partisipasi banyak pihak terutama berbagai komunitas dalam masyarakat. Menurut Muis, pemerintah tidak menampik peran berbagai komunitas yang membantu mempromosikan potensi pariwisata dan budaya di Kabupaten Bima.

Beberapa daerah di Lombok sukses menjual berbagai paket pariwisata. Bahkan hal-hal sederhana yang ada di desa, seperti paket menanam padi, mengembala kambing untuk para pelacong dari luar negeri. Karena umumnya wisatawan mancanegara menyukai keunikan dan hal-hal alami (back to nature). (US/*)

No comments