Breaking News

Bakesbangpol Kota Bima Bentuk Tim Monev Pilkada

Sekretaris Bakesbangpol Kota Bima, Drs Abdul Farid. Foto US Berita11.com

Kota Bima, Berita11.com— Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bima telah membentu tim monitoring, evaluasi (Monev) serta pelaporan yang akan memantau setiap tahapan Pilkada Kota Bima. Tim juga akan memantau keterlibatan aparatur sipil negara (ASN).

Sekretaris Bakesbangpol Kota Bima, Abdul Farid mengatakan, selain memantau perilaku ASN selama tahapan Pilkada Kota Bima, tim juga akan memantau kerawanan selama pesta demokrasi dan akan melaporkan setiap perkembangan kepada kepala daerah. “Ada tim pemantau, pelaporan dan evaluasi yang melaporkan perkembangn setiap tahapan Pilkada,” ujar Abdul Farid kepada Berita11.com di Bakesabngpol Kota Bima, belum lama ini.

Dikatakan dia, selain melaporkan perkembangan hasil monitoring, tim Bakesbangpol Kota Bima juga akan berkoordinasi dengan tim instansi lain. Tak hanya mengawasi dan melaporkan perkembangan tahapan Pilkada dan keterlibata ASN. Tim OPD setempat juga akan membantu membina dan mengingatkan ASN agar tidak terlibat politik praktis sesuai kewenangan dan Tupoksi yang dimiliki Bakesbangpol.

Tindaklanjut dari hasil monitoring di lapangan terutama terkait ASN akan dilaporkan kepada pimpinan Bakesbangpol Kota Bima dan tidak seluruhnya disampaikan kepada publik. Karena ada proses secara internal yang tidak perlu diketahui oleh publik.

“Kita juga akan berkolaborasi dan berkoordinasi dengan tim instansi lain. Semua akan berkolaborasi saat di lapangan,” ujar Farid.

Selain berkoordinasi dengan tim OPD lain, Bakesbangpol Kota Bima juga akan intens berkoordinasi dengan Panwaslu dan KPU Kota Bima dalam menyikapi berbagai pelanggaran dan potensi kerawanan saat Pilkada, terutama berkaitan keterlibatan aparatur sipil negara.

Dikatakan Farid, Bakesbangpol Kota Bima juga tetap berkoordinasi dengan pimpinan partai politik. Karena Parpol merupakan bagian dari ranah instansi setempat. Apalagi, pimpinan daerah memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai pembina Parpol. Koordinasi dimaksudkan untuk memastikan bahwa pelaksanaan Pilkada Kota Bima aman dan damai.

Menurut mantan Sekretaris Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Bima ini, secara umum kondusivitas Kota Bima masih aman. Belum ada kerawanan yang dapat mengancam Pilkada serentak yang terdeteksi. “Walaupun pengalaman Pilkada atau Pemilu sebelumnya ada yang diributkan massa pendukung tetapi tidak sampai mempengaruhi kondisi keamanan secara masif,” katanya.

Diakui dia memang ada beberapa kendala pada pelaksanaan Pilkada, termasuk adanya kelompok tertentu yang enggan mengikuti proses pencoblosan Juni mendatang. Tetapi jumlahnya tidak banyak sehingga tidak mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih di Kota Bima. Karena setiap momentum Pilkada, Pilpres maupun Pemilu, tingkat partisipasi pemilih di Kota Bima di atas 80 persen. Kelompok tertentu itu memiliki pemahaman bahwa demokrasi saat ini belum sesuai ekspetasi atau ajaran mereka.

“Ada tapi tidak sampai mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih. Berdasarkan pengalaman pelaksanaan Pilkada, Pilgub, Pemilu legislatif maupun Pilpres selama ini tingkat partisipasi pemilih di Kota Bima itu tinggi,” kata Farid. (US)

No comments