Breaking News

Banyak Ternak yang Mati, Masyarakat Pajo Resah

Banyak Ternak yang Mati, Warga Desa Lepadi Mendesak Kegiatan Pengolahan Lumpur Emas Dihentikan.

Dompu, Berita11.com—  Sejak tong pengolahan lumpur (puya) emas beroperasi di Dusun Pajo Permai Desa Lepadi Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu beroperasi banyak ternak masyarakat setempat yang mati. Kondisi itu menyebabkan masyarakat resah. Mereka mendesak pemerintah segera menyikapi serius masalah lingkungan tersebut.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa Lepadi, M Syafruddin SPd mengatakan, sejak tahun 2017 sudah puluhan sapi milik warga setempat yang mati setelah tong pengolahan lumpur (puya) emas beroperasi.

“Semenjak adanya aktivitas ini  menimbulkan dampak yang cukup besar. Bahkan ternak sapi banyak yang mati,” katanya melalui sambungan gawai, Rabu (31/1/2018).

Dikatakan Syarifuddin, aktvitas pengolahan lumpur emas di Desa Lepadi tidak mengantungi ijin dari instansi berkaitan. Bahkan pada 29 November 2017 lalu, aparat Polres Dompu dan Polsek Pajo sudah meninjau lokasi, lokasi matinya sejumlah ternak milik warga.

“Setahu saya itu lokasi (pengolaham puya emas,Red) sudah disegel oleh pihak aparat kepolisian sejak tahun 2017. Tapi aktivitas itu tetap berjalan,” katanya.

Syarifuddin mengaku heran melihat aktivitas pengelolaan limbah emas masih berjalan. Padahal tidak mengantungi ijin. Untuk itu ia berharap pihak berkaitan segera mengantensi masalah tersebut. Jangan menunggu dampak besar yang ditimbulkan. Apalagi lokasi pengolahan puya emas sangat dekat dengan lahan pertanian  dan mata air minum warga Desa Lepadi.

“Akibat aktivitas ini memang baru berdampak pada hewan-hewan ternak yang tiba-tiba mati. Bisa saja ke depannya berdampak dan menimbulkan korban jiwa yang dialami oleh manusia. Maka itu kami berharap agar persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut,” katanya.

Material lumpur emas yang diolah di Desa Lepadi dipasok dari pengolahnya dari Kecamatan Wawo Kabupaten Bima.(RUL)

No comments