Breaking News

Disnaker Kota Bima Perketat Pengawasan Tenaga Kerja Asing

Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker Kota Bima, Abdul Haris SE. Foto US Berita11.com

Kota Bima, Berita11.com— Saat ini sedikitnya tiga tenaga kerja asing (TKA) bekerja di perusahaan kontraktror listrik di Lingkungan Bonto Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota Kota Bima.  Untuk memastikan tak ada penyalahgunaan ijin kerja oleh orang asing, Disnaker akan mengoptimalkan pengawasan terhadap TKA.

Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Kota Bima, Abdul Haris SE menyebut,  Senin (22/1/2018), dinas setempat menerima surat pemberitahuan tentang keberadaan tiga TKA  dari perusahaan kontraktor listrik PT MAN Diesel dan Turbo Indonesia. “Ada tiga tenaga kerja asing yang sudah dilaporkan kepada kami,” ujar Haris kepada Berita11.com di Disnaker Kota Bima, Senin (22/1/2018).

Mantan pejabat di Diskoperindag Kota Bima ini menyebut, tiga TKA yang bekerja di perusahaan kontraktor listrik di Lingkungan Bonto berasal dari Kanada, Jerman, dan Nicaragua.  Disnaker Kota Bima telah mengecek kelengkapan administrasi ketiga tenaga kerja asing tersebut.

“Kita juga sudah cek keaslian paspornya. Jadi kita memang atensi khusus kalau terkait tenaga kerja asing,” ujar Haris.

Haris mengatakan, monitoring terhadap TKA akan dilakukan oleh tenaga pengawas Provinsi NTB yang bertugas di Kota Bima. Selain itu, juga akan dilaksanakan oleh tim pengawasan orang asing yang terdiri dari pihak Kejari Raba Bima, Kantor Imigrasi Bima, Polres Bima Kota dan Disnaker Kota Bima.

“Jadi kita juga tetap berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Bima selaku ketua tim pengawasan orang asing,” tutur Haris.

Berdasarkan data Disnaker Kota Bima, jumlah TKA yang pernah bekerja di Kota Bima sebanyak lima orang. Tiga orang di antaranya merupakan tenaga kerja asing yang baru melaporkan keberadaannya kepada Disnaker. Sementara dua tenaga kerja asing lain sebelumnya bekerja di Tambang Marmer Oi Fo’o Kota Bima dan sudah kembali ke negara asalnya.

Haris menjelaskan, tiga TKA perusahaan kontraktor listrik yang  bekerja di Kota Bima hanya memiliki ijin selama satu tahun. namun bila ingin melanjutkan pekerjaannya di Kota Bima, maka harus kembali ke negara asal dan mengurus kelengkapan seperti awal.

“Tidak ada yang namanya perpanjang. Tapi kalau masih mau bekerja di Kota Bima dia harus urus dari awal lagi. Kalau yang TKA waktu di Tambang Marmer Oi Fo’o itu berlakunya Cuma tiga bulan. Tapi sebelum tiga bulan atau tepatnya dua bulan mereka sudah kembali ke negara asalnya,” ujar Haris. (US)

No comments