Breaking News

Meminta Maaf, AY Islah dengan Wartawan di Dompu

Yuliadin Menandatangani Surat Pernyataan Saat Proses Mediasi Berlangsung di Mapolres Dompu. 

Dompu, Berita11.com— Setelah sempat mengeluarkan pernyataan kontroversial di beranda facebook yang menjurus penghinaan terhadap  profesi wartawan. Yuliadin dengan account facebook Adim Yuliadin (AY) meminta maaf kepada seluruh wartawan yang bertugas di Dompu.

Proses islah berlangsung di Mapolres Dompu, Rabu (17/1/2018) pagi setelah dimediasi oleh Kepala Satuan Intelkam Polres Dompu, Iptu Abdul Haris yang sebelumnya dimintai bantuan oleh AY dan kerabatnya untuk memediasi pertemuan dengan wartawan di Dompu.
Di hadapan puluhan wartawan, Yuliadin menyesali perbuatannya karena sudah menulis di beranda facebooknya sesuatu yang menyinggung profesi wartawan. 

“Saya atas nama pribadi meminta maaf kepada seluruh wartawan di Kabupaten Dompu atas perbuatan yang saya lakukan,” ujar Adim saat bertatap muka dengan seluruh wartawan Dompu di ruangan Kasat Intel Polres Dompu, IPTU Abdul Haris.

Menurut Yuliadin, ia tidak sengaja status yang belakangan ternyata menyinggung wartawan. Tulisannya di laman facebooknya didasari rasa prihati terhadap generasi di Dompu yang marak mengonsumsi tramadol dan menyalahgunakan obat batuk untuk teler.

“Saya sebenarnya tidak ada niat saat itu untuk menulis kata-kata tersebut. Tapi saya jujur kata-kata itu muncul dengan sendirinya dalam pikiran sehingga saya pun menulis status seperti itu,” katanya.

Apakah status di facebook yang dibuat atas suruhan orang lain? Yuliadin menegaskan ia tidak pernah disuruh orang lain. Tulisan itu murni karena kehilafan dia. “Saya tidak pernah ada yang menyuruh untuk melakukan hal itu. Ini semua adalah bentuk ketidakpahaman dan minimnya wawasan yang dimiliki oleh saya,” katanya.

Yuliadin Jaket Biru Duduk di Tengah Wartawan dan Kerabatnya yang Mengantar.

Yuliadin berharap seluruh wartawan di Kabupaten Dompu memaafkan atas perbuatan yang telah dilakukannya. “Sekali lagi saya minta maaf atas perbuatan saya. Saya memohon agar saya bisa dimaafkan,” harapnya.

Sementara itu, Pemimpin Perusahaan Koran Inti Rakyat, Fahruddin, masih menyayangkan tulisan AY di beranda facebook.  “Jujur saja, sebenarnya kami kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Anda. Sebab itu telah mencoreng nama baik profesi kami sebagai wartawan,” ujar Fahruddin di hadapan Yuliadin dan sejumlah wartawan lain.

Menurut Fahruddin, mestinya jika pun memang ada masalah dengan wartawan, seharusnya AY menyebut siapa nama oknum wartawan yang dia maksud. Bukan malah menyebut wartawan secara keseluruhan. “Kalau memang ada masalah pribadi. Sebut saja siapa nama oknum wartawannya dan laporkan saja secara hukum," pintanya.

Dikatakan Fahruddin, profesi wartawan itu mulia. Wartawan telah banyak membantu dan memberikan kontribusi kepada daerah serta masyarakat. Tidak hanya itu, lewat karya jurnalistik, namun juga memberikan pemikiran dan input untuk pembangunan Bumi Nggahi Rawi Pahu.

Terlepas dari hal itu, Fahruddin berharap Yuliadin tidak mengulangi perbuatanya. Karena jika hal serupa terjadi,  wartawan di Dompu tak akan memaafkannya. “Kali ini perbuatan Adim Yuliadin kami maafkan. Kami minta agar tidak melakukan perbuatan seperti itu lagi,” pintanya.

Setelah proses mediasi, pertemuan diakhiri penandatanganan surat pernyataan Yuliadin yang berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa. Setelah itu, Yuliadin meminta maaf dengan menjabat tangan seluruh wartawan yang hadir. (RUL)

No comments