Breaking News

Sepekan Bluskan, Sambutan Masyarakat Bima dan Dompu Terhadap Dr Zul Luar Biasa

Di Tengah Luapan Banjir Dr Zul Berinteraksi dengan Masyarakat.

Bima, Berita11.com—Bakal calon Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah, yang berpasangan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (kakak kandung TGB, Gubernur NTB saat ini) blusukan selama sepekan di tiga daerah sekaligus yakni di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.

Sambutan masyarakat 126 desa di Bima dan Dompu yang dikunjungi Dr Zul luar biasa. Masyarakat berjubel, ribuan hingga belasan ribu dengan suka cita menyambut  Dr Zul karena diyakini mampu menjawab ekspektasi mereka. Tak hanya saat blusukan di lapangan, respon masyarakat Bima dan Dompu terhadap Zul-Rohmi juga tergambar dalam diskusi dalam grup Stars Team Dr Zul.

Berbagai elemen masyarakat mulai dari akademisi, tokoh masyarakat, praktisi, tokoh politik, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh pendidikan, ulama, kelompok usaha kecil menengah, pengusaha lokal memberikan sumbangan pemikiran dan respon positif untuk kemenangan Dr Zul.

Koordinator Umum Tim Pemenangan Zul-Rohmi area Kota-Kabupaten Bima, Hadi Santoso, ST, MM menyatakan, blusukan yang dilakukan Dr Zul merupakan strategi yang diterapkan tim untuk menyapa dan menangkap harapan masyarakat.

“Kita ubah pola komunikasi dan pendekatan politik yang ada. Selama ini, setiap Pilkada, setiap Pilgub, masyarakat hanya bertemu tim sukses. Sangat jarang bertemu calon secara langsung. Sekarang, kita ingin semua orang punya akses langsung pada saya maupun ibu Sitti Rohmi,” ujar Dr. Zul dikutip Koordinator Umum Tim Pemenangan Zul-Rohmi area Kota-Kabupaten Bima, Hadi Santoso, ST, MM dalam rilis yang dikirim ke redaksi Berita11.com, Rabu (31/1/2018).

Selain itu, dijelaskan roadshow bertujuan menjaring aspirasi masyarakat pelosok di Pulau Sumbawa, sehingga titik-titik pertemuan lebih banyak difokuskan pada daerah pinggiran.

“Kita ingin menjadikan Pilkada NTB ini benar-benar milik rakyat. Selama ini, seolah-olah mereka diperlakukan hanya menjadi objek saja. Hari ini, kami sengaja mengunjungi sebanyak mungkin daerah pinggiran. Untuk menyerap aspirasi mereka. Untuk diakomodir dalam visi-misi serta program kerja kami. Sehingga, kemenangan kami nantinya, benar-benar menjadi kemenangan rakyat,” jelas Dr. Zul

Hal itu, sekaligus menjawab berbagai spekulasi pihak lain, tentang belum dirilisnya visi-misi Paslon Zul-Rohmi hingga detik ini.

“Kita tidak ingin, masyarakat diperlakukan layaknya para pendorong mobil mogok. Beramai-ramai mendorong mobilnya agar jalan. Namun, saat mesin mobil menyala, mobilnya justru lari kencang meninggalkan kita. Karena itulah, kita memakai pola ini. Agar kisah mobil mogok tidak terjadi lagi,” ungkap Pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) ini

Perjalanan panjang Dr. Zul diawali dari daerah paling ujung Utara Pulau Sumbawa, Kecamatan Ambalawi-Wera, menembus daerah paling Timur Kabupaten Bima, Kecamatan Sape, dilanjutkan Kecamatan Lambu, Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, kemudian masuk ke Kota Bima. Setelah itu dilanjutkan di Kecamatan Palibelo, Kecamatan Woha, Kecamatan Monta, Kecamatan Bolo, Kecamatan Donggo, Kecamatan Soromandi, Kecamatan Madapangga, kemudian menuju Kabupaten Dompu.

“Malamnya keempat (26/01/2018) langsung lanjut ke Dompu. Kami akan berada di Kabupaten Dompu selama dua hari (Sabtu dan Minggu 27-28/01/2018),” imbuh pria yang dinobatkan sebagai anggota DPR RI terbaik ini.

Menariknya, selama bulusukan, Dr.Zulkieflimansyah lebih memilih untuk menginap di rumah-rumah warga dibandingkan di penginapan atau hotel. Salah satunya, di rumah H. Sulaiman-Hj Lejo, Desa Doridungga, sebuah desa terpencil di Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima.

“Saya senang berbaur dengan masyarakat. Bukan karena saat ini saya calon gubernur, tapi sejak dulu. Saya ini hobby pacuan kuda, sehingga, sering datang ke Bima. Sedikit banyak lumayan tahulah kebutuhan warga. Karena itu pula, sehingga saya ingin maju menjadi Gubernur NTB. Agar harapan-harapan masyarakat bisa kita wujudkan bersama,” ujar pria yang juga Dosen Universitas Indonesia dan Dosen terbang di sejumlah Negara ini.

Dalam waktu lima hari itu, Dr. Zul dan timnya mampu berdialog di 126 tempat di Bima-Dompu yaitu 94 desa dan kelurahan di Kabupaten/Kota Bima, serta 32 titik di Kabupaten Dompu. Dengan jarak yang telah ditempuh lebih dari 1.000 km, Dr Zul berdialog dengan 15.000 lebih audien, termasuk bersilaturrahim dengan Wali Kota Bima, H Qurais H Abidin dan Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin.

Saat ini (31/01/2018), Pak Dr. Zul masih melanjutkan roadshownya di Kabupaten Sumbawa hingga besok,  (Rabu 01/02/2018) hari. Dilanjutkan tiga hari ke depan keliling di Kabupaten Sumbawa Barat. Sehingga total sepuluh hari (26/01/2018 hingga 04/02/2018) Dr. Zul telah menembus ujung Timur ke ujung Barat Pulau Sumbawa,” ujar staf Dr. Zul, Mashur Harahap yang juga mantan Ketua Umum HMI Badko Bali-Nusra.

Menurut Mashur Harapap, semua hal itu merupakan implementasi dari komitmen kuat Dr. Zul menjadikan dirinya sebagai satu-satunya Calon Gubernur NTB representasi dari masyarakat Pulau Sumbawa.

“Berbicara Provinsi NTB itu, berbicara keterwakilan dua pulau besar, yakni Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, dan saya adalah satu-satunya calon gubernur yang mewakili Pulau Sumbawa. Karena itulah, hari ini kita buktikan hal itu. Kami memulai roadshow dari Kabupaten Bima, dan mengakhirinya di KSB. Sekali lagi kita sedang berbicara Pulau Sumbawa, bukan Kabupaten Sumbawa atau Kabupaten Bima,” ujar Dr. Zul.

Dr. Zulkieflimansyah pun mengingatkan tentang keadaan topografi Provinsi NTB yang berbukit-bukit, terjal, dan sangat luas.

“Sehingga membutuhkan pemimpin yang bukan saja visioner, tetapi juga tangguh secara fisik. Insya Allah kami adalah Paslon Gubernur-Wakil Gubernur termuda di NTB. Hari ini, bapak/ibu/saudara telah menyaksikannya sendiri. Silahkan sampaikan pada seluruh keluarga kita. Apa yang bapak/ibu/saudara saksikan  dan dengar hari ini,” ingat pria jebolan sejumlah kampus ternama luar negeri ini.

Dr. Zulkieflimansyah disambut antusias dan meriah hampir di semua tempat yang dikunjungi. Hal itu nampak dari berbondong-bondongnya warga, meminta photo bareng. Rebutan kalender dan stiker, bahkan berebut agar anak mereka digendong oleh Dr. Zul.
Hampir di setiap desa pun disambut oleh kepala desa. Bahkan disertai dengan tabuhan rebana dan Tari Bongi Monca, yang merupakan tarian penyambutan tamu istimewa di Bima.

“Saya benar-benar merasa bahagia. Melihat pemandangan indah di pinggir Ambalawi hingaga Wera dan wilayah lain. Disambut hangat oleh semua orang. Benar-benar serasa di rumah sendiri. Dengan semangat kecintaan ini, insya Allah kita dapat membangun NTB ke depannya secara optimal,”” pungkas anggota DPR RI tiga periode ini. (US/*)


Bukti Masyarakat Bima dan Dompu Suka Cita Menyambut Blusukan Dr Zul 




























No comments