Breaking News

Setelah Gagal Tahapan Kesehatan, ke Mana Arah 12.000 Pendukung Sudirman?

Drs H Sudirman Ismail, M.Si. Foto Garda Asakota.

Kota Bima, Berita11.com— Setelah gagal pada tahapan pemeriksaan kesehatan, ke mana bakal calon Wali Kota Bima, Drs H Sudirman Ismail, M.Si mengarahkan 12.000 lebih pendukungnya pada saat pemilihan kepala daerah Kota Bima Juni 2018 mendatang?

Sudirman menyatakan akan memutuskan arah dukungannya setelah penetapan calon Wali Kota Bima dan Wakil Wali Kota Bima tahun 2018-2023 pada Senin (12/2/2018) mendatang.

Ke mana arah dukungan setelah saya tidak bisa maju sebagai calon Wali Kota Bima, kami masih menunggu proses verifikasi kedua syarat pencalonan bakal calon hingga tanggal 30 Januari. Setelah itu penetapan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima tanggal 12 Feberuari 2018,” ujar Sudirman ketika dihubungi melalui sambungan Ponsel, Rabu (24/1/2018).

Sudirman mengisyaratkan, kantung suara sebanyak 12.000 lebih akan diarahkan kepada Paslon yang mampu memenuhi ekspektasi publik, terutama mendorong kesejahteraan pada segala lini. Selain itu calon yang mampu memerhatikan nasib guru, meningkatkan kualitas pendidikan serta memiliki komitmen menyiapkan beasiswa dalam mendorong kesempatan pendidikan tinggi bagi warga Kota Bima.

“Harapan saya melalui proses Pilkada sekarang muncul figur yang mampu menerjemahkan harapan rakyat Kota Bima. Saya sampaikan terima kasih kepada para pendukung saya yang telah bekerja,” ujarnya.

Sebelum mengarahkan dukungan, Sudirman mengisyaratkan akan membuat kontrak (hitam di atas putih) dengan salah satu Paslon yang akan didukung. Harapan lain yang diinginkan pada Paslon yang terpilih kelak mampu menghadirkan sistem birokrasi yang profesional dan akuntabel. Misalnya memastikan pelaksanaan rekruitmen pejabat struktural,  kepala sekolah maupun fungsional lain jauh dari praktik transaksional.

“Tidak boleh ada kalau mau menjabat dibayar. Itu tidak boleh, kami menaruh harapan kepada fugur yang terpilih kelak,” katanya.

Meskipun menerima hasil tahapan kesehatan sebagai takdir Allah, Sudirman masih menyoal detil alasan tim pemeriksa kesehatan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima. Sebelumnya pihaknya sudah berupaya menanyakan alasan tim pemeriksa kesehatan tidak meloloskannya, namun beralibi merupakan kewenangan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Demikian juga pihak KPU ketika ditanyakan persoalan itu mengarahkan ke tim pemeriksa kesehatan.

“Kalau dibilang kecewa, saya tidak kecewa. Sebagai manusia yang taat dan beriman kepada Allah saya menerima apapun hasilnya sebagai ketatapan Allah. Meskipun demikian saya menganggap diri saya sebagai korban politik dari sistem politik yang berlaku sekarang di Indonesia dan Kota Bima. Saya dikatakan sakit, padahal saya masih sehat dan bugar biasa olahraga. Sakit apa tidak dijelaskan ketika ditanyakan,” katanya. (US)

No comments