Breaking News

Warga Desak Polsek Woja Genjot Penanganan Kasus Pengancaman

Ilustrasi Teror Pembunuhan.

Dompu,Berita11.com— Beberapa bulan lalu seorang warga Desa Baka Jaya Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, St Hafni diancam dibunuh oleh seseorang yang dikenalnya. Bahkan teror itu lebih dari sekali. Belakangan kasus itu telah dilaporkan Hafni ke Polsek Woja, hanya saja penanganannya belum jelas perkembangannya.

Sejumlah kerabat korban mendesak Polsek Woja segera mengatensi penanganan kasus itu. Apalagi saksi dan barang bukti sudah dilengkapi. Bahkan keterangan korban telah dibuat dalam Berita Acara Pemeriksaan.

“Orang tua saya (St Hafni, Red) sebelumnya telah memasukan laporan secara resmi atas dugaan pengancaman pembunuhan. Laporan itu dimasukan sejak tanggal 7 Desember 2017 lalu di Polsek Woja. Tapi sampai detik ini belum juga ada lanjutan perkembangan akan penanganannya,” ujar Kurniati, anak kandung korban kepada Berita11.com di Dompu, Jumat (5/1/2018).

Kurniati mengaku kecewa terhadap penanganan kasus yang telah dilaporkan itu. Karena paling tidak ada surat perkembangan hasil penyidikan yang diterbitkan pihak Polsek.

“Kemarin kata pihak penyidik kasus ini kekurangan saksi satu orang. Makanya perlu ada saksi tambahan dan saksi tambahan itu ada, cuman yang bersangkutan tidak bisa ke Polsek Woja mengingat ada anaknya yang masih bayi. Tapi kemarin penyidik janji akan jemput bola dengan mendatangi saksi tersebut,” kata dia.

Kurniati berharap pihak Polsek Woja segera menggenjot kasus teror yang dialami ibunya. Paling tidak, Polsek menerbitkan SP2HP terhadap kasus itu. “Setahu saya, korban harus diberikan SP2HP oleh Polsek Woja,” katanya.

Menurut Kurniati, semua orang di mata hukum sama, sehingga tidak boleh ada diskriminasi. “Kami juga sebagai masyarakat kecil termasuk ibu saya yang sudah lanjut usia tentu membutuhkan keadilan sesuai dengan apa yang menjadi hak korban ,”  katanya.

Bagaimana tanggapan pihak Polsek Woja? Kapolsek setempat, IPDA Rusdin membenarkan adanya laporan kerabat korban sejak awal Desember 2017 lalu.

Ia memastikan kasus itu sedang dalam penanganan oleh pihaknya. “Kasus itu tetap kami proses. Saat ini sedang dalam tahap penyelidikan dan penyidikan,” katanya di Polsek Woja, Jumat (5/1/2018).

Dikatakan Rusdi, selama ini pihaknya tetap menjalankan tugas dan kewajibanya sesuai dengan peaturan dan mekanisme yang ada. Setiap laporan yang masuk tetap diproses secara tuntas.

“Laporan polisi di woja ini banyak. Jadi bukan hanya satu atau dua LP saja. Maka itu kami minta untuk bisa bersabar dan biarkan kami bekerja terlebih dahulu,” tandasnya.

Sebelumnya, warga Desa Baka Jaya, Siti Hafni melaporkan IM warga Kabupaten Dompu ke Polsek Woja atas dugaan pengancaman pembunuhan. Laporan Hafni diterima petugas Polsek dengan nomor laporan: TBL/250/XII/2017/SPKT sejak Tanggal 7 Desember 2017 lalu.

Selain teror secara verbal, Hafsni diancam oleh IM dengan sebuah pesan yang ditulis dengan tinta merah disimpan di rumah korban. (RUL)

No comments