Breaking News

Zul Rohmi makin Eksotik yang Menolak Tunduk Takluk

Paket Zul-Romi saat Mendaftar di KPU NTB. Foto Ist

Bima, Berita11.com— Mi6 memprediksi paket Zul Rohmi makin  melesat  elektabilitasnya paska pengumuman Paslon oleh KPU 12 Februari 2018 mendatang. Hal itu terlihat dari makin intensifnya paket Zul Rohmi bergerak membuka jejaring baru dikalangan warga masyarakat dari berbagai strata sosial.

Selain itu, Zul Rohmi akan  tetap menjaga dan mengamankan jejaring  konstituen yang baru tersebut agar tidak dibandrek oleh Paslon lain. Caranya  tetap menyambangi pemilihnya door to door dan menempatkan kontak person di setiap wilayah pemilihnya untuk komunikasi dan monitoringnya.

Hebatnya lagi Zul Rohmi bergerak secara fleksible dan cepat di basis pemilihnya dengan tim yg ramping. “Ibarat das boat, baik Dr Zul dan Siti Rohmi day by day tetap move on sambangi pemilihnya rata-rata 5 sampai dengan 7 titik per hari.

Dengan strategi silent operation di basis tersebut, Zul Rohmi ingin membuktikan dan memberikan pesan,  bahwa Zul Rohmi tidak tunduk takluk dalam konstestasi PilGub NTB, meskipun rating elektabilitasnya belum diatas 20 %.

Demikian ungkap Direktur Mi6,  Bambang Mei Finarwanto  didampingi Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah, SE melalui siaran pers ke media, Jumat , (26/1/2018).

Bagi Mi6, paket Zul Rohmi meski dipandang sebelah mata, tapi justru itu menjadi spirit yang kuat untuk membalikkan asumsi tersebut. “Tidak tertutup kemungkinan Zul Rohmi memenangi PilGub NTB. Apalagi nanti  didukung adanya isu yang sifatnya Big Bang,” kata Bambang Mei F yang kerap disapa Didu. 

Dr Zul makin Eksotik

Sementara itu Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah melihat manuver dan gerakan  Cagub NTB , Dr Zul  makin Eksotik dan piawai dalam melakukan operasi ke basis dan  konstituen khususnya di Bima dan Sumbawa .

Tim Dr Zul yang kecil,  relatif lincah dalam melakukan penetrasi di basis pemilih, termasuk 
mudah  mendapat dukungan tokoh-tokoh informal yang bukan pemain.

“Bahkan beberapa   media di Kota  Bima mengakui jika intensitas Dr Zul ke Bima melebihi Paslon lain,” ujar Athar  sembari mengatakan tingkat penerimaan masyarakat Bima terhadap Dr Zul cukup baik.

Selain itu menurut Athar, paket Zul Rohmi semakin leluasa bergerak di Kota Bima karena linier dengan Paslon Pilwakot Kota Bima yakni ManuFer yang diusung Partai Demokrat, PKS dan PDIP.

“DPT Kota Bima 104 ribuan, jika Zul Rohmi dapat suara 50 persen itu sudah bagus karena Pilkada Kota Bima ada empat Paslon,” lanjutnya.

Bagi Athar , paket Zul Rohmi menarik untuk diamati karena pasangan ini berani menabrak mainstream yang memasang Dr Zul dari Sumbawa papan satu . Sementara Partai Demokrat yang memiliki  8 kursi parlemen justru memasang Rohmi yang tidak memiliki politik sebagai Cawagub NTB.

“Intinya  Zul Rohmi ini  adalah kreasi politik  ekstra ordinary yang berani dan penuh sensasi yang tidak biasa,” imbuhnya.

Didu memaparkan bahwa Siti Rohmi merupakan tandem politik yang baik buat Dr Zul karena kharisma dan aura Rohmi yang sejuk,  jauh dari kesan politiking. “Dari sisi gestur, tampilan Rohmi memiliki magnet yang kuat menarik simpati pemilih,” jelas Direktur Mi6.
Bagi Didu, PilGub NTB 2018 penuh kejutan politik tak terduga seperti tampilnya paket anomali Zul-Rohmi. Selainnya itu, juga tampilnya calon independen Ali-Sakti.

“Dalam sejarah PilGub NTB, momentum PilGub NTB kali ini paling mempesona dari aktor-aktor yang terlibat pertarungan die hard  (pertarungan keras). Selain itu pasti akan ada kejutan politik tak terduga,” katanya menganilisa.

Konstruksi empat Paslon PilGub NTB membawa konsekwensi politik yang tidak mudah dilupakan di akhir konstestasi nanti. “Seandainya Zul-Rohmi yang tak diunggulkan menang, bisa dibayangkan bagaimana runtuhnya psikologi politik para jawara petarung tersebut,” ujarnya.

Demikian sebaliknya, lanjut Didu jika Ali-Sakti yang menang PilGub NTB, betapa malu dan hancurnya moral politik para pimpinan Parpol di NTB atas realitas tersebut.

“Kemungkinan Ali-Sakti memenangi PilGub NTB tetap terbuka, mengingat tren kenaikkan elektabilitas Ali-Sakti cukup signifikan juga Zul-Rohmi,” kata Didu.

Dia menambahkan karena politik itu unpredictable, maka di akhir konstestasi ini akan ada tiga Paslon yang menjadi pecundang. (AN)

No comments