Breaking News

Awal Tahun 2018, Disnaker Kota Bima Tangani 4 Kasus Hubungan Industrial

Dinas Tenaga Kerja Kota Bima di Kelurahan Rabangodu Kecamatan Raba Kota Bima. Foto US Berita11.com

Kota Bima, Berita11.com— Pada awal tahun 2018 ini, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bima menangani sedikitnya empat kasus hubungan industrial yaitu berkaitan dengan hak tenaga kerja PT Andika Energindo yang telah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sebelumnya, pada tahun 2017, Disnaker Kota Bima juga menerima 10 laporan berkaitan dengan kasus hubungan industrial. Namun lima di antaranya telah selesai pada proses mediasi pasca perundingan bipartit maupun konsiderasi.

Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker Kota Bima, Abdul Hari SE menyebut, sidang terhadap kasus empat karyawan PT Andika Energindo telah dilaksanakan Jumat (16/2/2018) lalu di organisasi perangkat daerah setempat.

“Sudah kita lakukan sidang Jumat lalu. Hasil ini juga kami sampaikan kepada pengadilan tinggi hubungan industrial di Mataram untuk memastikan kalau pihak perusahaan tidak mau melaksanakan hasil keputusan maka bisa dilakukan eksekusi oleh pengadilan tinggi hubungan industrial,” ujar Haris.

Diakui Haris, sesuai regulasi turunan dan Undang-Undang Nomor 13 tahun 2013, Disnaker Kota Bima tidak memiliki kewenangan menyelesaikan perselisihan tenaga kerja. Kecuali menerima laporan dan melaksanakan verifikasi. Proses mediasi difasilitasi setelah pihak pelapor atau pekerja dan perusahaan melaksanakan perundingan bipartit dan konsiderasi.

“Hasil berita acara perundingan itulah yang dilampirkan dalam laporan kepada kita. Kami kemudian melakukan verifikasi atas laporan itu,” ujar dia.

Secara umum, kasus hubungan industrial di Kota Bima didominasi laporan berkaitan dengan hak-hak tenaga kerja yang diabaikan oleh perusahan, termasuk pesangon pasca dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun uang lembur. Sementara itu, kasus HI yang ditangani pada tahun 2017 berkaitan sejumlah usaha menengah seperti toko, SPBU. Sejumlah kasus itu telah diselesaikan. (US)

No comments