Breaking News

Delapan Penyelenggara Pilgub di Kabupaten Bima Mengundurkan Diri, Ada Apa?

Ilustrasi Ruang Diskusi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bima. Foto US Berita11.com

Bima, Berita11.com— Sedikitnya delapan penyelenggara Pilgub tingkat desa di Kabupaten Bima mengundurkan diri karena berbagai alasan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima pun telah melaksanakan pergantian antar waktu (PAW) terhadap sejumlah penyelenggara yang mengundurkan diri tersebut.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bima, Yuddin Chandra Nan Arif menyebutkan, sejumlah penyelenggara Pilgub tingkat desa yang mengundurkan diri yakni  Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Sakuru Kecamatan Monta, PPS Desa Tente Kecamatan Woha, PPS Desa Oi Maci, PPS Desa Boke, PPS Desa Sangia, PPS Desa Naru Barat, PPS Desa Poja Kecamatan Sape serta PPS Desa Melayu Kecamatan Lambu.

Proses pergantian terhadap delapan PPS tersebut telah ditetapkan dalam Surat Keputusan KPU Kabupaten Bima HK.03.1.Kpt/5206/KPU-Kab//II/2018 Tentang Pemberhentian Anggota Panitia Pemugutan Suara Dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2018, serta SK PAW terhadap delapan PPS tersebut pada tanggal 19 Februari 2018.
Yuddin menjelaskan, rata-rata alasan pengunduran diri delapan PPS dari sejumlah desa tersebut karena tidak dapat melanjutkan tugas sebagai penyelenggara Pilgub lantara memiliki pekerjaan ganda.

“Tapi dari kita sendiri sebenarnya tidak ada masalah, karena aturan tidak melarang, PNS bisa pendamping PKH maupun PNPM juga bisa. Justru ada juga penyelenggara senior itu yang tetap konsisten dan bisa mengatur waktunya,” ujar Yuddin.

Meskipun demikian, jebolan magister hukum ini tidak membantah juga terkadang penyelenggara tingkat kecamatan dan tingkat desa yang memiliki pekerjaan ganda menjadi kendala  bagi pelaksanaan tahapan sesuai target. 

“Hanya saja kami tidak mungkin memecat karena aturan tidak melarang. Kecuali mereka mengundurkan diri sendiri. Memang ada beberapa orang yang dobel job itu oleh tempat lama disuruh memilih mau konsisten di pekerjaan awal atau menjadi penyelenggara Pemilu,” ujarnya. (US)

Baca Juga :

No comments