Breaking News

Kota Bima Tampung Eksodus 750 Tenaga Kerja dari Provinsi NTT

Aktivitas Buruh Pelabuhan Bima saat Siang Hari. Foto US Berita11.com

Kota Bima, Berita11.com— Selama tiga tahun terakhir, yakni sejak 2016 hingga awal tahun 2018 tercatat 750 orang tenaga kerja dari sejumlah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTT) eksodus ke Kota Bima.

Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Kota Bima, Abdul Haris SE menyebut, jumlah tersebut diketahui berdasarkan pendataan serta hasil wawancara yang dilakukan petugas Disnaker Kota Bima. “Tiga tahun terakhir ini terjadi eksodus besar-besaran jumlahnya mencapai 750 orang. Kita sudah melakukan pendataan dan wawancara terhadap mereka,” ujar Abdul Haris di Disnaker Kota Bima, Selasa (20/2/2018).

Mantan Kepala Bidang di Diskoperindag Kota Bima ini juga menyebut, 750 tenaga kerja dari Provinsi NTT berasal dari sejumlah daerah seperti Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Sumba Barat, Sumba Timur, Ruteng dan sejumlah daerah lain. Alasan utama para tenaga kerja dari wilayah timur itu karena tidak memiliki pekerjaan di daerah asalnya.

“Berbeda dengan tenaga kerja lokal, tenaga kerja pendatan dari wilayah timur ini mau bekerja apa saja, bahkan mereka bekerja di pasar. Bahkan dengan upah 600 ribu rupiah, beda dengan tenaga lokal yang cenderung gengsi mungkin karena menganggap daerahnya sendiri,” sebut Haris.

Meksipun secara umum, tenaga kerja lokal ataupun masyarakat Kota Bima merespon positif kehadiran eksodus tenaga kerja dari luar daerah seperti wilayah NTT. Namun Disnaker Kota Bima juga melihat potensi masalah atau perselisihan yang dapat timbul akibat masifnya tenaga kerja dari luar daeah yang masuk ke wilayah Kota Bima.

“Masalah bisa terjadi yaitu adanya kecemburuan tenaga kerja lokal yang dapat berujung pada konflik. Sehingga kami sudah memikirkan hal itu, kami akan meminta kepada perusahaan-perusahaan atau badan usaha agar memberikan porsi yang lebih besar untuk tenaga kerja lokal minimal 60 persen hingga 70 persen,” kata Haris.

Ketentuan tersebut akan diatur dalam Peraturan Wali Kota Bima yang akan diusulkan oleh Disnaker Kota Bima. Sebelumnya, tercatat adanya perselisihan antara tenaga kerja lokal dengan pendatang dari wilayah timur di Kota Bima. (US)

No comments