Breaking News

Mapping KPU, ini Lokasi Rawan dan Tersulit di Kabupaten Bima

Staf Sekretariat KPU Kabupaten Bima Menyiapkan Logistik Pilkada. Foto Berita11.com

Bima, Berita11.com— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima telah melaksanakan pemetaan atau maping terhadap sejumlah lokasi rawan dan tersulit pada pelaksanaan tahapan-tahapan krusial pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTB, termasuk pada saat distribusi logistik Pilgub.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima, Yuddin Chandra Nan Arif menyebut, sedikitnya ada tujuh wilayah rawan dan tersulit di Kabupaten Bima yakni Kecamatan Langgudu, Tambora, Sanggar, Sape, Lambu, Kecamatan Wera dan Parado.

Yuddin menjelaskan, lokasi tersulit di Kecamatan Langgudu ada di sejumlah dusun seperti Dusun Tamandaka Desa Waduruka, Desa Pusu dan Desa Kalodu. Sementara di Kecamatan Wera, dusun yang sulit diakses terdapat di Desa Ntoke. Bahkan untuk menuju dusun itu harus berjalan kaki sejauh lima kilomter dan melewati sungai.

Sementara di Kecamatan Parado, dusun tersulit dijangkau ada di Desa Lere. Selain jauh dari  jalan raya, beberapa dusun di Kecamatan Langgudu seperti di Desa Kalodu juga sulit dijangkau karena medan yang menanjak dan tidak didukung akses jalan yang memadai.

“Ketika musim hujan itu bisa-bisa nggak sampai ke lokasi itu dan berbahaya. Persoalannya juga belum diaspal dengan baik,” katanya.

Diakui Yuddin, kondisi sejumlah dusun yang jauh dan sulit diakses tak hanya menyulitkan pada proses distribusi logistik Pilgub. Namun juga menyulitkan proses koordinasi antara Panitia Pemungutan Suara dengan Petugas Pemutahiran Data Pemilih ketika proses pencookan dan penelitian data pemilih berlangsung.

“Terutama di salah satu dusun di Desa Ntoke itu sulit sekali diakses. Itu harus jalan kaki dan harus melewati sungai,” katanya.

Yuddin menyebut, jumlah TPS untuk Pilgub NTB tahun 2018 di Kabupaten Bima sebanyak 693.  Beberapa kerawanan yang dapat terjadi yaitu transaksi atau pelanggaran di lokasi tersulit tersebut.

Namun untuk proses distribusi logistik akan dikawal gabungan Panwas, petugas Polising Pamong Paraja, aparat Polri, PPK dan PPS. “Untuk lokasi rawan atau tersulit tersebut akan dikawal bersama. Pengawalannya akan lebih ekstra,” ujar Yuddin. (US)

Baca Juga :

No comments