Breaking News

MUI: Jangan Sampai Umat Terpecah karena Pilkada Kota Bima

Sekretaris MUI Kota Bima, Syamsuddin. Foto US Berita11.com

Kota Bima, Berita11.com— Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan membela figur bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Jangan sampai muncul sikap saling menghujat, membeci sehingga muncul perpecahan umat.

Demikian diingatkan Sekretaris 1, MUI Kota Bima, Syamsuddin. “Jangan sampai muncul perpecahan karena masalah dukung-medukung pada Pilkada. Jangan saling sikut menyikut menyakit hati orang lain. Tapi harus saling hormat menghormati,” kata Syamsuddin kepada Berita11.com di Sekretariat MUI Kota Bima, Jumat (2/2/2018) lalu.

Menurut Syamsuddin tidak ada yang salah dengan proses Pilkada serentak dan agenda demokrasi di Indonesia seperti di Kota Bima. Hanya saja masyarakat harus menyikapinya secara bijak. Jangan sampai karena perbedaan pilihan menyebabkan perpecahan dalam masyarakat.

Para calon juga harus mampu menciptakan Pilkada damai. Bukan suasana panas dan arena gontok-gontokan. “Harapan kita juga jangan sampai ada saling sikut. Tapi politik yang mencerahkan. Calon-calon yang maju ini adalah putraa putri terbaik di Kota Bima,” kata Syamsuddin.

Dikatakannya, soal dalil tentang bahwa larang politik kotor atau saling menghujat sudah jelas.  “Kita harus bisa menghargai perbedaan-perbedaan. Jangan saling menyakiti hati, karena Pilkada adalah momentum demokrasi,” katanya. (US)

No comments