Breaking News

Operasi Ditunda, Keluarga Pasien RSUD Dompu Kecewa

Pasien Usus Buntu Terpaksa Menunggu Jadwal Operasi karena Tidak Tersedianya Perlaatan di RSUD Dompu.

Dompu, Berita11.com— Kerabat Nurjana (50 tahun), seorang pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu asal Lingkungan Doro Toi Kelurahan Doro Tangga Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu mengaku kecewa dengan pelayanan di  rumah sakit setempat.
Kekecewaan itu lantaran operasi terhadap pasien yang mengidap penyakit usus buntu ditunda lantaran kosongnya alat kebutuhan operasi di RSUD setempat.

“Kemarin dokter bedah di RSUD ini bilang bahwa keluarga saya akan dioperasi hari ini .Tapi nyatanya ditunda dengan alasan alat steril untuk kebutuhan operasi sudah habis stoknya,” ujar Tina (35) warga Kelurahan Dorotangga Dompu kepada wartawan di ruangan IGD RSUD Dompu, Sabtu (3/2/2018).

Menurut Tina, kerabatnya yang menderita usus buntu sudah sudah dua hari dirawat di RSUD Dompu. Namun hingga kini belum dioperasi. “Keluarga saya ini sudah dirawat selama dua hari di sini. Bahka kondisinya sampai saat ini kritis dan merasa kesakitan akibat penyakit yang dirasakan. Tapi belum juga ada penanganan yang serius dari pihak RSUD,” katanya.

Tina menganggap alasan kehabisan stok bahan untuk operasi tidak masuk akal. Karena mestinya perlengkapan dan peralatan di RSUD harus tetap tersedia karena menyangkut keselamatan pasien yang dirawat.

“Kami sebegai keluarga pasien benar-benar sangat merasa kecewa. Kalau di tengah kondisi ini pasien meninggal siapa yang mau bertanggungjawab,” katanya.
Saat ini lanjut Tina, pasien tengah kritis dan tidak tahan dengan rasa sakit akibat penyakit yang dideritanya.

“Keluarga saya ini kondisinya sedang kritis karena penyakit usus buntu. Jadi mestinya harus segera dioperasi. Tapi nyatanya pihak RSUD malah menunda operasi dan menyatakan bahwa penanganan operasinya ada baru bisa dilakukan besok Minggu,” katanya.

Sementara itu, salah seorang perawat di RSUD Dompu kepada wartawan membenarkan bahwa penanganan operasi pasien usus buntu atas nama Nurjanah ditunda lantaran habisnya stok alat steril di RSUD Dompu. “Iya pak, operasinya ditunda karena bahan steril habis stok,” ujarnya saat ditanya wartawan di RSUD Dompu.

Sang perawat yang enggan menyebut namanya tersebut membantah jika kondisi pasien kritis. Karena masih relatif aman sehingga tak masalah jika operasi dilaksanakan Ahad besok. “Kalau dikatakan kritis itu tidak benar. Sebab untuk diketahui bahwa baru dikatakan kondisi pasien kritis itu ada katagorinya,” katanya.

Sang perawat menyarankan wartawan mewawancarai pimpinan RSUD Dompu. “Mengenai persaoalan ini silahkan pak wartawan wawancara saja pimpinan kami. Karena kami tidak berhak memberikan penjelasan secara rinci,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur  dan Sekertaris RSUD Dompu yang coba dikonfirimasi di ruang kerjanya, Sabtu (3/2/2018) tidak berhasil ditemui lantaran saat didatangi tidak berada di tempat.

“Mohon maaf, Pak Direktur dan Sekertaris tidak ada. Beliu tidak masuk karena ini hari Sabtu,” ujar salah seorang pegawai di RSUD setempat.

Humas RSUD Dompu yang didatangi di ruang kerjanya juga tidak ada di tempat. “Maaf pak, Kepala Humas RSUD tidak ada. Beliu sedang menghadiri acara kegiatan di Gedung Samakai,” jelas salah seorang pegawai RSUD setempat.(RUL)

No comments