Breaking News

Pelajar SMAN 2 Antusias Serap Materi Komsos dan Wesbang dari Danramil Kempo

Pelajar SMAN 2 Kempo Tampak Antusias Mendengarkan Materi yang Disampaikan Danramil 1614-02.

Dompu, Berita11.com—  Komandan Koramil 1614-02/ Kempo, Lettu Kav M.Kasim bersama Babinsa Desa Kempo, Serda Syaiful, menggelar kunjungan di SMAN 2 Kempo Kabupaten Dompu, Selasa (6/2/2018) pagi. Saat kunjungan tersebut, Danramil memberikan materi komunikasi sosial (Komsos) dan tentang wawasan kebangsaan (Wasbang) kepada para pelajar, guru dan kepala sekolah setempat.

Danramil 1614-02/Kempo, Lettu Kav M.Kasim menjelaskan, tujuan memberikan materi mengenai Komsos dan Wasbag  agar para siswa dan siswi memahami tentang makna dan nilai yang terkandung di dalamnya.

“Hal ini saya lakukan sebagai bentuk memotivasi agar peran anak pemuda dalam menghadapi proxsy war,” ujar Kasim di SMAN 02 Dompu, Selasa (6/2/2018).

Komsos adalah menyaratkan bahwa komunikasi penting untuk membangun konsep diri untuk kelangsungan hidup, aktualisasi diri, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketergantungan, antara lain lewat komunikasi yang menghibur, dan memupuk hubungan dengan orang lain.

“Melalui komunikasi sosial kita bisa berkerja sama dengan anggota masyarakat (keluarga, kelompok belajar, perguruan tinggi, RT, RW, desa, kota, dan negara secara keseluruhan) untuk mencapai tujuan bersama,” jelasnya.

Sementara itu, Wasbang atau pendidikan wawasan kebangsaan  sangat penting diberikan kepada generasi muda terutama mereka yang pada usia pelajar. Karena pelajar adalah kader penerus bangsa yang bertugas mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman dan gangguan. 

Dijelaskan Lettu Kav M.Kasim, wawasan kebangsaan merupakan kegiatan peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa, khususnya untuk membangkitkan rasa dan semangat kebangsaan di kalangan pelajar dan santri dan juga mendorong percepatan pencapaian tujuan dan cita-cita nasional dalam kerangka NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Pendidikan wawasan kebangsaan ini sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara terutama kepada para mahasiswa,” terangnya.

Dikatakannya, kondisi wawasan kebangsaan saat ini sudah mulai memudar. Hal itu terlihat dari beberapa berbagai indikasi seperti rusaknya lingkungan hidup, illegal logging, serta merebaknya penyakit masyarakat misalnya judi, pornografi, pornoaksi, Narkoba dan kriminialitas.

Selain Materi Komsos dan Wesbang, Danramil 1614-02/ Kempo Menyampaikan Tentang Bahaya Narkoba.

“Saya menegaskan akan ancaman terhadap wawasan kebangsaan, mulai dari lemahnya penghayatan dan pengamalan agama, kurangnya pemahaman kemajemukan bangsa, perilaku ekonomi negatif karena ketida kadilan, lemahnya penegakan hukum, lemahnya kemampuan budaya lokal dalam memfilter budaya asing yang negatif,” paparnya.

Pada kesempatan itu Kasim juga menambahkan tentang fenomena proxy war, perang yang merupakan sebuah konfrontasi antara dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti/pihak ketiga untuk menghindari konfrontasi secara langsung dengan alasan mengurangi risiko pada kehancuran yang fatal. Biasanya pihak ketiga yang bertindak sebagai pemain pengganti adalah negara kecil, aktor non-negara yang dapat berwujud oknum-oknum LSM, Ormas dan kelompok masyarakat atau perorangan.

“Singkatnya, proxy war merupakan kepanjangan tangan dari suatu negara yang berupaya mendapatkan kepentingan strategisnya namun menghindari keterlibatan langsung suatu perang yang mahal dan berdarah,” katanya menutup penyampaiannya.

Sosialisasi tentang materi komunikasi sosial  dan  wawasan kebangsaan diikuti sedikitnya 150 pelajar SMAN 2 Kempo, pengajar dan kepala sekolah setempat. Sejumlah pelajar tampak antusias mendengar detail demi detail penyampaian materi oleh Danramil Kempo. 

Selain tentang wawasan kebangsaan dan Komsos, materi lain yang disampaikan yaitu tentang bahaya Narkoba di kalangan pelajar. (RUL)

No comments