Breaking News

Perusahaan Real Estate akan Bangun Perumahan Lengkap dengan Mall di Kolo Bima

Kabag Perekonomian dan Usaha Daerah Setda Kota Bima, Drs Abdul Haris. Foto US Berita11.com

Kota Bima, Berita11.com— Perusahaan real estate, PT Kamata Inti Persada melirik kawasan Kolo Kecamatan Asakota Kota Bima sebagai lokasi pembangunan pusat bisnis dan niaga. Beberapa infrastruktur  yang hendak dibangun perumahan, pusat bisnis dan niaga seperti mall dan mini market.

Soal investasi di Kota Bima tersebut disampaikan Kepala Bagian Perekonomian dan Usaha Daerah Setda Kota Bima, Drs Abdul Haris.

“Mereka sudah pembebasan lahan banyak sekali, sudah lebih dari 70 hektar. Jadi prosesnya masih berjalan saat ini. Untuk ijin sedang diurus,” kata Haris kepada Berita11.com di kantor Pemkot Bima, Rabu (7/2/2018).

Sesuai profil yang disampaikan PT Kamata Inti Persada kepada Pemkot Bima, pihak perusahaan menamakan proyek real estate di Kolo sebagai Kamataland yang merupakan konsep kota baru terpadu di kawasan wisata Pantai Kolo Kota Bima.

Kamataland akan dibangun di atas tanah 250 hektar yang terdiri dari pembangunan rumah 5.500 unit yang terbagi dalam 6 cluster dengan 3 tipe berbeda yakni 30, 45, dan 80 dengan luas 169 hektar. Selain itu, dalam konsep Kamataland juga akan dibangun mall, mini market dengan luas 6,1 hektar, rumah sakit skala internasional dengan luas 2,1 hektar, masjid dan islamic center dengan luas 2 hektar, pengelolaan air bersih dengan luas 2,6 hektar, resort dan hotel 2,6 hektar, water boom 3,6 hektar, SPBU dengan luas 0,5 hektar dan sejumlah fasilitas lain.

Abdul Haris mengatakan, pada prinsipnya pemerintah akan mendukung setiap investasi yang masuk di Kota Bima melalui proses ijin yang mudah. Selama ini banyak investasi di Kota Bima, sebagian banyak yang masih bertahan seperti usaha perbankan, sektor pertambangan galian c dan properti.

Berkaitan dengan investasi real estate, pemerintah belum melihat banyak kendala yang berarti. Meskipun ada isu makelar pada proses pembebasan lahan untuk kegiatan investasi. 

“Itu hanya kebiasaan masyarakat Bima saja kalau mau ada kegiatan apalagi skala besar pasti harga tanahnya dinaikkan,” ujar mantan Kepala Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Bima ini. 


Dikatakan Haris, sesuai informasi perusahaan, PT Kamata Inti Persada adalah bagian dari Agung Sedayu Group. (US)


No comments