Breaking News

Petani Tebu ini tak Kuasa Menahan Tangis saat Terpilih Mendapatkan Hadiah Umroh

Petani Tebu di Kecamatan Pekat Mendapatkan Duren Runtuh, Hadiah Umroh atas Ketekunannya Menanam Tebu.

Dompu,Berita11.com - Kebaikan tak pernah terpikirkan datang dari mana. Petani tebu di kawasan Doroncanga, Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Dompu, inipun tak pernah membayangkan akan dapat pahala mulia dari ketekunannya bertanam tebu.

“Saya hanya melakukannya dengan baik agar dapat hasil yang tinggi. Merawat dengan memupuk tebu itu sebaik mungkin dan menjaganya dari serangan hama monyet dan ternak. Itu saja,” ungkap ringan Tasrif didampingi istrinya saat menerima apresiasi berupa umroh gratis bersama sang istri dari PT SMS, Selasa (6/2/2018).

Tangisnya membucah begitu usai berjabat tangan dengan Presiden Direktur Samora Group Yohan Setiawan. Ia tak mampu menahan rasa harusnya saat menerima secara simbolis reward tersebut dalam suatu penganugerahaan kepada para petani tebu di Kecamatan Pekat Dompu dalam suatu acara sederhana itu.

Dengan luas areal 2,16 Ha yang berlokasi di pinggir Pantai Doroncanga, Tasrif menghasilkan 305,18 ton tebu yang dikirim ke PG PT SMS pada musim giling 2017. Dari hasil ini, Tasrif mencatatkan dirinya sebagai petani mitra tebu dengan tonase tebu tertinggi per hektar yang masuk ke PT SMS pada musim giling 2017, yakni 141,29 ton/ha.

Tasrif pun meyakinkan dirinya dan akan mengajak petani lain untuk bertanam tebu. “Saya merasakan jauh lebih ringan bertanam tebu dari pada jagung. Sebelumnya saya bertanam jagung dengan mendapatkan hasil Rp 40 juta kotor. Sementara dari panen tebu 2017 kemarin saya mendapat hasil bersih Rp 70 juta,” beber Tasrif.

Menurutnya, pupuk menjadi kendala utama petani Dompu. “Tanpa pupuk jangan coba-coba tanam jagung. Tanpa pupuk jagung hasilnya hanya 25 persen.  Kalau tebu tanpa pupuk, masih ada hasil 60 persen,” ujar Tasrif.(RUL)

Baca Juga :

No comments