Breaking News

Soal Arah Dukungan pada Pilkada Kota Bima, ini Isyarat Sejumlah OKP

Ilustrasi Pilkada. Istimewah
Kota Bima, Berita11.com— Ke mana sejumlah kader Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) akan melabuhkan pilihannya pada Pilkada Kota Bima tahun 2018? Sebuah pertanyaan ini mungkin penting ketika dinamika politik di Kota Bima mulai meningkat.

Pengurus Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Bima, Gufran SE menyatakan bahwa secara HMI maupun KAHMI memilih bersikap netral pada Pilkada Kota Bima. Namun secara umum, sebagian banyak alumni HMI memilih merapat pada Paslon Manuffer. Pertimbangannya, karena selama ini H Qurais H Abidin (Wali Kota Bima saat ini) dan H Arahman H Abidin adalah figur yang sudah teruji. Selain itu mampu melaksanakan rekomendasikan atau yang menjadi suara para kader HMI.

Baca Juga:

“Kalau secara organisasi mungkin tidak bersikap, tapi banyak alumni kader HMI yang merapat ke Manufer. Pertimbangannya karena 80 persen H Arahman dapat melaksanakan rekomendasi kita selama ini,” ujar Gufran ketika dihubungi Berita11.com, Senin (5/2/2018).

Berkaitan arah politik atau dukungan HMI Kota Bima, sebagai alumni, Gufran membiarkan para kader HMI berproses dalam organisasi atau tidak masuk dalam pusaran para bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima maupun untuk Pilgub NTB.

“Kalau untuk adik-adik kader HMI, kita biarkan berproses. Secara organisasi HMI tidak akan bersikap ke calon tertentu. Berbeda dengan kita yang sudah alumni. Sebagian besar di Manufer, tapi ada juga teman-teman dan senior yang juga menjadi bagian pendukung Paslon Lutfer maupun SW Mataho,” ujar Gufran.

Baca Juga:

Soal arah dukungan pada Pilkada Kota Bima, Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Bima, Fikrin menyatakan bahwa LMND belum menyatakan arah dukungan. Namun masih menunggu rekomendasi dari pengurus wilayah serta kesepakatan bersama penguruh Kota Bima.

Pada Pilkada Kota Bima LMND Kota Bima akan bersikap atau menyatakan dukungan pada Paslon tertentu yang bisa merangkul atau dapat mendengarkan suara-suara mahasiswa atau alumni yang tergabung dalam LMND. “Kita belum menentukan arah dukungan. Tapi nanti setelah ada rekomendasi dari wilayah dan setelah rapat kita akan menentukan arah dukungan,” ujar Fikrin ketika dihubungi melalui sambungan Ponsel.

Fikri mengisyaratkan, sebelum menetapkan arah dukungan, LMND akan membuat nota kesepahman atau kontrak politik dengan pasangan calon yang akan didukung. “Kita akan meminta nota kesepakatan dari calon yang akan kita dukung,” ujar Fikrin.

Sementara itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima, Yusuf menyatakan bahwa OKP setempat belum berani menyampaikan pernyataan berkaitan dengan arah dukungan pada Pilkada Kota Bima maupun Pilgub.

“Belum tahu saya kalau untuk arah dukungan. Untuk kadindat calon-calon Gubernur NTB belum kita tahu dan belum kita kenal juga. Mungkin para senior,” katanya singkat ketika dihubungi melalui sambungan Ponsel, Senin (5/2/2018) sore. (US)

No comments