Breaking News

Soal Kriteria Paslon Wali Kota, ini Arah Dukungan Ormas di Kota Bima

Ilustrasi. Orginal Picture Timlo.net

Kota Bima, Berita11.com— Pilkada Kota Bima akan digelar Juni 2018 mendatang. Lalu bagaimana sikap dan arah dukungan sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) di Kota Bima?

Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bima, H Dhena Muhammad mengisyaratkan bahwa warga Nahdliyin bersikap netral atau independen pada Pilkada Kota Bima. NU melihat bahwa para bakal calon yang maju bertarung adalah figur-figur terbaik di Kota Bima.

Meskipun demikian, NU berpandangan bahwa masyarakat bisa melihat figur calon yang sudah teruji dan pernah memimpin. Karena figur yang telah mampu menampakkan hasil selama memimpin bisa dilihat langsung oleh masyarakat hasilnya.

“Pada prinsipnya kita tidak memihak dan netral. Karena semua bakal calon yang maju adalah putra dan tokoh terbaik Kota Bima. Pada semua calon saya dekat sebagai Ketua NU,” ujar H Dhena Muhammad ketika dihubungi melalui sambungan Ponsel, Jumat (2/2/2018) lalu.

Mantan Kepala Dinas Dikpora Kota Bima ini menyarankan masyarakat shalat istikharah agar mendapat petunjuk dari Allah. “Saran saya sebelum menentukan pilihan masyarakat agar shalat istikharah meminta petunjuk dari Allah,” kata mantan Kepala SMAN 2 Kota Bima ini.

Sementara itu kader Muhammadiyah Kota Bima, Ahmadin menyatakan secara organisasi Muhammadiyah memang tidak bersikap pada Pilkada Kota Bima atau netral. Namun secara umum, sebagian banyak tokoh-tokoh dan kader Muhammadiyah seperti dari sayap organisasi mendukung bakal Paslon Manufer.

Alasannya karena para kader menilai selama ini H Qurais H Abidin dan H Arahman H Abidin adalah kedua tokoh yang lebih bisa mendengarkan serta membantu mewujudkan suara Muhammadiyah. Selain itu, H Arahman adalah tokoh yang dihargai.

“Secara organisasi memang tidak memihak dan tidak menentukan. Tapi banyak kader yang mendukung pasangan Manufer,” ujar Ahmadin ketika dihubungi melalui Ponsel.

Sementara itu, Ketua Muslimah Bima Peduli (MBP), Parmila Zulfadli Binti Saidin mengatakan, bahwa pada prinsipnya MBP bersikap netral pada Pilkada Kota Bima dan tidak mengintervensi anggotanya.

Namun untuk kriteria calon pemimpin di Kota Bima, MBP memiliki syarat seperti harus seorang muslim, memiliki kemampuan memimpin, mempunyai kepedulian terhadap umat, dan amanah. “Tapi semua kembali kepada hati nurani. Muslimah Bima Peduli tidak mengintervensi anggota untuk memilih pasangan calon tertentu,” ujar Parmila.

Soal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima, Majelis Ulama Indonesia Kota Bima juga memilih bersikap independen atau tidak memihak pada Paslon tertentu. Namun MUI memiliki kriteria tertentu untuk calon pemimpin.

“Salah satunya calon itu harus mampu merealisasikan apa yang dia sampaikan saat kampanye,” ujar Sekretaris 1 MUI Kota Bima, Syamsuddin di Sekretariat MUI setempat, Jumat (2/2/2018).

Menurut Syamsuddin, kriteria lain yang harus dimiliki bakal Paslon yakni kekayaan rohani atau pengetahuan agama. Selain itu, memiliki material sehingga bisa mendukung ketika melaksanakan tugas sebagai pemimpin.

Kriteria lain, calon pemimpin Kota Bima harus memiliki sifat jujur, amanah, memiliki ilmu pengetahuan umum, mampu melaksanakan tanggung jawab sebagai kepala daerah, mau berjuang untuk kepentingan umum, sehingga mendahulukan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan diri sendiri, keluarga dan golongannya.

“Tidak tebang pilih tapi mendahulukan kepentingan umum (umat) dari pada kepentingannya sendiri, gologannya maupun keluarganya,” ujar Syamsuddin. (US)

No comments