Breaking News

Tak Ada Pemantau yang Lirik Pilkada di Bima, Ternyata ini Penyebabnya

Ilustrasi. Pendukung Salah Satu Paslon di Kota Bima Menghadiri Deklarasi Kampanye Damai. Foto Berita11.com

Kota Bima, Berita11.com— Meskipun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima telah mengumumkan menerima pendaftaran lembaga pemantau pemilihan kepala daerah (Pilkada), namun ternyata hingga saat ini tidak satupun lembaga yang mendaftar. Lalu apa sebabnya?

Komisioner KPU Kota Bima, Agusalim, S.Ag mengakui, sama dengan pelaksanaan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima sebelumnya, maupun saat Pemilu dan Pilgub NTB tahun-tahun sebelumnya, tidak ada satupun lembaga pemantau maupun lembaga survei yang mendaftar.

“Kalau untuk lembaga survei itu juga harus ada aktanya. Kendalanya juga kita nggak tahu, tapi kita juga nggak tahu apakah mereka kerjasama dengan lembaga survei di pusat. Itu bisa saja terjadi tapi harusnya mereka melapor,” kata Agusalim kepada Berita11.com di Sekretariat KPU Kota Bima, Rabu (21/2/2018) lalu.

Menurut Agusalim, persoalan utama mengapa tidak ada lembaga pemantau yang mendaftar ke KPU karena terbentur masalah anggaran. “Kemarin ada yang pernah datang ke sini tanya-tanya anggaran. Dia kira anggaran (pemantau) itu dari KPU. Kan itu lembaga independen, harus ada anggaranyna sendiri. Banyak juga persyaratan harus dipenuhi,” ujar mantan wartawan ini.

Meskipun tidak ada lembaga pemantau yang mendaftar, KPU Kota Bima juga tidak menutup partisipasi komunitas maupun lembaga lokal ikut memantau Pilkada. Hanya saja bukanlah lembaga resmi yang terdaftar.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kabupaten Bima, Abdullah SH menyatakan, hingga kini Panwaslu setempat belum menerima tembusan maupun pemberitahuan tentang lembaga pemantau Pilgub NTB untuk wilayah Kabupaten Bima. “Sejauh ini belum ada, kita belum menerima pemberitahuan itu,” kat Abdullah.

Meskipun demikian, Panwaslu Kabupaten Bima akan mengoptimalkan fungsi pengawasan partisipasi pada Pilgub NTB tahun 2018 ini dengan mengandeng organisasi kepemudaan, lembaga swadaya masyarakat, para pegiat Pemilu maupun organisasi internal mahasiswa serta jaringan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). (US)

No comments