Breaking News

Duta PAN Dapil NTB Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Dompu

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI oleh H, Muhammad Syafrudin ST, MM di Dompu, Selasa (20/3/2018)

Dompu, Berita11.com— Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indoneisa (DPR-RI) dari Partai Amanat Nasional (PAN) daerah pemilihan  Nusa Tenggara Barat, H. Muhammad Syafrudin, ST. MM, bersama DPD Muhammadiyah Kabupaten Dompu menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan  di Gedung KNPI Kelurahan Bada Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu, Selasa (20/03/2018).

Kegiatan dihadiri  Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Dompu, H. Abdilah, S. Pd, Sekertrasis PD Muhammadiyah Kabupaten Dompu sekaligus yang menjadi ketua panitia penyelenggara kegiatan, Drs. Kasturi H. Talib, perwakilan dari pengurus Majelis Ulama Indonesia Cabang Dompu, beberapa pengurus OSIS  SMAN 1 Dompu dan OSIS SMAN 2 Dompu serta tokoh pemuda, tokoh masyarakat juga beberapa perwakilan PCL  setiap kecamatan.

H. Muhammad Syafrudin, ST. MM menyatakan, legislatif akan terus tetap berada di tengah rakyat terutama saat membutuhkan. Menurutnya,  menjadi wakil rakyat  tidak hanya berada di depan saja. Namun harus siaga terutama  ketika masyarakat dalam kondisi memprihatinkan seperti saat  banjir  melanda Dompu.

“Meskipun saya berada di luar negeri, saya tetap monitor. Saya tetap memberikan perhatian saya karena bagaimana pun juga penderitaan pakyat adalah penderitaan saya,”  katanya.

Menurutnya,  siapapun yang hidup di dalam negara kesatuan Republik Indonesia wajib hukumnya berlandas pada Pancasila.

“Pancasila merupakan bagian dari kehidupan kita, tidak bisa keluar dari tataran kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari sila pertama sampai sila ke lima, siapapun yang hidup di Indonesia ini tentu harus berpatokan dari pada Pancasila,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Rudy Mbojo ini juga menyatakan bahwa Indonesia tidak boleh bergeser meskipun hanya semili.  Peristiwa beberapa tahun yang lalu tidak boleh terulang.

“Indonesia tidak boleh bergeser meskipun setu mili dari tanah Indonesia. Walaupun kita tahu bahwa dulu ada satu provinsi kita yang terpisah sampai menjadi Negara sendiri. Tapi biarkanlah baiknya kita menata ke depan sebaik visi orang Indonesia,” katanya.

Menurutnya, kehidupan berbangsa dan bernegara  sudah diatur dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. “Semua yang ada pada Pancasilaa serta Undang-Undang Dasar itu adalah merupakan cerminan kehidupan berbangsa dan bernegara kita yang meminta kepada seluruh rakyat Indonesia agar dalam tatanan kehidupan kita tidak boleh keluar apa yang ada dari pada aturan kita,” katanya. 




H. Muhammad Syafrudin berharap agar setiap persoalan yang timbul di tengah-tengah masyarakat agar bisa diselesaiakan seperti yang terkandung dalam sila keempat.

“Tidak semua permasalahan diselesaikan dengan sengketa, tetapi kita mengharapkan setiap permasalahan kita harus selesaiakan dengan perdamaian seperti yang ada di dalam sila permusyawaratan, inilah yang kita harapkan,” ujarnya seraya memandu yel-yel kepada puluhan tamu undangan  bahwa NKRI harga mati. [Poris]

Baca Juga :

No comments