Breaking News

H Muhammad Syafrudin Ingatkan Warga Dompu soal Empat Pilar Kebangsaan

Anggota DPR RI, H Muhammad Syafrudin ST MM.


Dompu, Berita11.com— Kehidupan berbangsa dan bernegara tidak boleh keluar dari ruh atau alur yang telah ditetapkan, termasuk soal ideologi. Burung garuda dan merah putih merupakan simbol kemerdekaan bangsa Indonesia, untuk itu tidak perlu didebatkan lagi.

Hal tersebut diingatkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indoneisa (DPR-RI) dari Partai Amanat Nasional (PAN) daerah pemilihan  Nusa Tenggara Barat, H. Muhammad Syafrudin, ST. MM, saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kabupaten Dompu, Selasa (20/3/2018).

Menurutnya, lambang negara burung garuda dan  merah putih tidak perlu didebatkan lagi karena sudah lama ditetapkan.

“Tinggal bagaimana kita seluruh rakyat Indonesia termasuk yang hadir semua ini untuk bisa mendorong ini. Kepada masyarakat yang mungkin pemahamannya belum sampai tentang Indonesia, kita wajib memberikan dorongan, kita wajib memberikan cerita bahwa Indonesia tidak boleh bergeser dan tetap menjadi harga mati,” katanya.

Menurut duta PAN yang juga tokoh Muhammadiyah ini, dengan ketetapan lambang dan simbol negara, garuda dan merah putih, maka tidak boleh lagi ada keraguan dari setiap warga negara. Meskipun Indonesia majemuk berbeda  suku, agama dan ras dari Sabang hingga Marauke namun tetap sama yaitu Bhineka Tunggal Ika.
    
“NKRI harga mati  itulah spirit yang ingin saya sampaikan siang hari ini. Walaupun tidak lama yang penting hadirnya saya hari ini menambahkan semangat kita untuk berbangsa dan bernegara,” katanya.

Syafrudin juga mengingatkan warga agar tidak sunkan berdiri sebentar dan menunjukkan hormat kepada bendera. “Jadi kalau tanggal 17 Agustus jangan sungkan-sungkan berdiri sebentar hormat kepada bendera kita. Hanya satu time sepanjang satu tahun itu menumbuhkan semangat kita bernasionalisme,” katanya.

Dikatakannya, sosialisasi empat pilar akan memberikan semangat dan spirit khususnya kepada generasi muda di seluruh bangsa Indonesia lebih khusus generasi muda di manapun berada. Dalam rangka mengantisipasi setiap perkembangan yang berada di Indonesia.

“Artinya kita melihat ini suatu kewajiban buat kita semua, kewajiban kita memberikan pertahanan kepada indonesia,” jelas HM Syafrudin.

Ia menambahkan, sosialisasi empat pilar juga merupakan amanat dari MPR RI untuk dapat menyampaikan cerita tentang Pancasila Undang-Undang Dasar, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Kepada seluruh warga Indonesia, sekali lagi ini adalah sangat penting sekali untuk mengantisipasi berbagai opini kemudian kejadian-kejadian yang terjadi setiap hari di Indonesia,” katanya. [Poris]

Baca Juga :

No comments