Breaking News

Ketika Masyarakat Dusun Bertetangga di Monta Bersepakat Damai

Warga Dusun Tangga Baru dan Tanjung Baru Berpelukan saat Proses Islah, Ahad, (4/3/2018).

Halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres Tanjung Baru Desa Tangga Baru Kecamatan Monta Kabupaten Bima terlihat ramai meskipun, Minggu (4/3/2018) merupakan hari libur akhir pekan. Namun berbeda dengan hari-hari biasa, yang membuat suasana tampak ramai justru bukan karena aktivitas siswa maupun guru.

Tiga pekan terakhir suasana di Desa Tangga Baru Kecamatan Monta Kabupaten Bima tampak tegang. Beberapa warga terlihat murung, tegang dan sebagian malah keder karena perselisihan di dua dusun desa setempat pecah pasca insiden tewasnya seorang warga di Desa Tangga Baru. Tak berselang lama sebuah insiden kembali terjadi, belasan rumah warga dibakar massa. Sebuah ketegangan yang dapat diprediksi karena merupakan dua dusun bertetangga dalam satu desa.

Berbagai upaya antisipasi dilakukan aparat gabungan TNI dan Polri, termasuk pemerintah daerah hingga Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri berupaya meninjau dan membuka komunikasi dengan kedua kelompok warga. Pada sisi lain, aparat kepolisian juga bersikap tegas dengan menegakkan hukum. Sejumlah oknum warga yang diduga menganiaya warga hingga tewas ditangkap, demikian juga yang diduga terlibat membakar rumah warga Dusun Tanjung Baru.

Beberapa pekan setelah insiden berlalu dan setelah berbagai upaya aparat TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan upaya komunikasi oleh pemerintah desa setempat, para tokoh masyarakat, warga Desa Tangga Baru berkumpul di halaman SDN Inpres Tanjung Baru Desa Tangga Baru Kecamatan Monta, Minggu (4/3/2018). Kedua kelompok masyarakat sepakat untuk mengakhiri pertikaian di kedua dusun setempat.

Kepala DesaTangga Baru, Abubakar berharap kedua kelompok warga benar-benar mengakhiri perselisihan yang terjadi. Warga juga diharapkan tidak terprovokasi dengan saling menyalakan. Namun membangun komunikasi, menjadi masalah yang sudah terjadi sebagai bahan koreksi bersama dalam memperat hubungan silatururahiim. “Karena bagaimana pun kita bukan orang lain, tetapi masih family,” katanya saat menyampaikan pengantar pada upaya islah, Minggu (4/3/2018).

Abubakar menyampaikan permohonan maaf karena peristiwa yang terjadi di desa yang dipimpinnya. Pemerintah Desa Tangga Baru mengapresiasi peran berbagai pihak yang telah memberikan perhatian membantu menyiapkan solusi hingga hadirnya mufakat di tengah masyarakat.

Camat  Monta, Muhtar menyatakan, selama ini Muspika tidak berhenti melaksanakan koordinasi dengan masyarakat mencari jalan keluar dari setiap permasalahan yang ada.

“Kami tahu persoalan ini ditunggangi pihak pihak yang tidak bertanggungjawab. Untuk itu saya berharap masyarakat jangan muda terprovokasi, mari kita diskusikan, musyawarakan setiap persoalan yang dihadapi masyarakat,sehingga tidak menimbulkan masalah yang lain lagi,” pintanya.

Muhtar megimbau masyarakat dan seluruh komponen agar melupakan insiden yang telah terjadi. Namun menjadi sebagai pengalaman pahit. “Mari kita saling memaafkan, kita rajut perdamaian antara kita. Bila ada masalah segera selesaikan melalui jalur hukum jangan main hakim sendiri,” pintanya.

Wadanramil 1608-07/ Monta, Kapten Inf Iswan juga mengimbau masyarakat kedua dusun agar tidak mudah terprovokasi. Tidak mudah dihasut atau tersulut informasi yang menjerumuskan.

“Percayakan kepada aparat pemerintah sebagai abdi masyarakat. Ada jalur hukum yang dapat kita tempuh. Sebelumnya mari kita dahulukan musyawarakan sehingga tidak merugikan masyarakat sendiri, ini adalah musibah bagi kita semua,” katanya.

Dikatakan dia, di luar daerah, masyarakat Bima sangat kuat persaudaraanya. Namun  sebaliknya di kampung sendiri malah kita saling bertikai.

“Mari kita perbaiki sehingga image (citra) wilayah kita tidak tercoreng karena ulah sekelompok orang. Kita bangun Bima dengan kebersamaan, kuatkan ikatan persaudaraan antara kita agar ke depan Bima lebih maju lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Monta meminta masyarakat agar menyerahkan proses dan persoalan hukum kepada pihak kepolisian. “Kalau memang terbutki siapa yang bersalah maka akan diproses sesuai hukum yang ada,” katanya.

Setelah penyampaian sambutan dari kepala desa dan Muspika, kegiatan islah dilanjutkan dengan saling memaafkan dengan salam salaman. Saling merangkul antara warga kedua dusun seraya saling menyesali apa yang telah terjadi.

Para warga bersepakat tidak mengulang kembali perselisihan yang membawa kerugian bagi kedua kelompok warga tersebut. Warga dari dua dusun yang bertikai merasa haru, saling merangkul penuh penyesalan karena  sesungguhnya mereka masih memiliki hubungan tali kekerabatan.

Sebelumnya, setelah saling berkoordinasi,  aparat setempat menempuh langkah-langkah menghentikan perselisihan agar tidak berlarut dan berdampak situasi ketertibaan dan keamanan masyarakat

Islah  antara kedua dusun tersebut telah diprakarsai oleh aparat pemerintah setempat, juga para tokoh masyarakat yang tidak ingin situasi seperti tersebut berlangsung di tengah masyarakat.

Hadir pada kesempatan tersebut seluruh ratusan warga dari kedua dusun di Desa Tangga Baru, Camat Monta, Kapolsek Monta, Wadanramil Monta, Danton Brimob,Kades Tangga Baru serta personil TNI dan Polri. (MR)







No comments