Breaking News

Motif Pembunuhan Dua Warga di Dompu Diungkap Langsung oleh Kapolda NTB

Kapolda NTB Didampingi Dandim 1614/ Dompu, Ketua DPRD dan Kapolres Dompu saat Konfrensi Pers, Jumat (2/3/2018)

Dompu, Berita11.com— Kasus pembunuhan dua warga Dusun Wawo Desa Nowa Kecamatan Woja Kabupaten Dompu menjadi atensi khusus aparat kepolisian. Jumat (2/3/2018), pihak kepolisian menggelar konfrensi pers di markas Polres Dompu.

Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs Firli, M.Si yang memimpin langsung konfrensi pers menjelaskan, pengungkapan pelaku dan motif pembunuhan juga atas kerjasama Tim Ahli Forensik dan anggota Polres Dompu. Dari penyidikan dan penggembangan alat bukti, pelaku yang terungkap berjumlah tujuha orang yang rata-rata masih berumuran 17 hingga 24 tahun. sementara itu,  satu di antaranya sudah berkeluarga dan 44 tahun.

Motif pembunuhan terhadap Irwan alias Tofan (20 tahun) dan Imran (15 tahun) berawal karena kedua korban diduga hendak mencuri ayam di pusat peternakan ayam yang dijaga tiga tersangka yaitu I, A dan S.

Saat itu, aksi kedua korban dilihat tiga tersangka sehingga diteriaki maling. Tak lama, korban berupaya kabur dengan berlari ke arah yang berlawanan. Namun I dan A kemudian berhasil menangkap Irwan, sedangkan S menangkap Imran di lokasi yang berbeda. Ketika itu sempat terjadi perkelahian hingga akhirnya I dan A mengeluarkan senjata tajam untuk menganiaya korban. Tak lama korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

“Kasus ini, kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, dan kita sudah melakukan penangkapan terhadap beberapa orang tersangka berdasarkab bukti yang cukup. Bahwa telah terjadi suatu tindak pidana pembunuhan,” ujar Kapolda memimpin konfrensi pers.


Pasca peristiwa pembunuhan, tiga tersangka menginformasikan peristiwa itu kepada empat rekannya, masing-masing berinisial HE, SY, SU dan US. Mereka menyampaikan bahwa ada maling yang mati tersengat listrik pada jerat yang terpasang di sekeliling kandang ayam. Salah satu dari rekan ketiga tersangka, US berinisiatif membuang kedua mayat korban ke saluran air untuk menghilangkan jejak peristiwa.

Setelah peristiwa itu, aparat kepolisian berhasil mengamankan barang bukti  sebilah parang 45x4 cm, satu baju kaos warna putih lengan pendek milik Irwan, celana pendek warna coklat bintik putih dan jaket lengan panjang warna cokelat dengan penutup kepala milik Irwan. Selain itu, baju kaos warna biru lengan pendek, celana panjang Levies warna biru milik, dan celana dalam warna putih milik Imran.

Atas perbuatannya, sejumlah tersangka dijerat pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan hingga meninggal dunia dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun, pasal 338 KUHP yaitu menghilangkan nyawa seseorang ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun, serta pasal 181 KUHP yaitu mengubur, menyembunyikan, membawa lari atau menghilangkan mayat dengan maksud menyembunyikan kematian atau kelahirannya dengan ancaman pidana penjara 9 tahun. (PORIS/AD)

Baca Juga :

No comments