Breaking News

Peserta dan Pemateri Sekolah Jurnalistik Tanda Tangan Petisi Lawan Hoax

Peserta dan Pemateri Foto Bersama Usai Menandatangani Petisi Melawan Hoax.

Bima, Berita11.com—  Sekolah Jurnalistik yang digelar Bidang KPP HMI Komisariat STIE Bima, Kamis (1/3/2018)  tidak hanya mendorong kompetensi menulis. Lebih dari itu, juga menghasilkan sejumlah rumusan, di antaranya kesepakatan melawan hoax.

Para pemateri dan 30 mahasiswa yang merupakan peserta Sekolah Jurnalistik yang digelar di aula Kampus STIE Bima, Kamis (1/3/2018) menandatangi petisi Say No To Hoax (katakan tidak pada Hoax).

Sekretaris Umum HMI Komisariat STIE Bima, Aburijal menjelaskan penandatanganan petisi sebagai upaya melawan informasi dan berita hoax yang kini tengah berjibun dan menjadi fenomena terkini.

“Penandatangan petisi ini sebagai bentuk ajakan melawan informasi dan berita hoax,” katanya di sela kegiatan.

Aburijal menjelaskan, petisi tersebut akan diaktualisasikan dalam aktivitas sehari-hari. Terutama pada lingkungan keluarga dan kampus hingga aktivitas sosial lain.
“Minimal mengajak kolega untuk menyebarkan kabar berita atau informasi yang jelas dan terpercaya,” katanya.


Ide penandatanganan petisi juga sebagai bentuk keresahan menyikapi informasi dan isi pemberitaan yang mengandung kebencian. Karena selama ini tidak sedikit yang menyerang privasi seseorang.

“Hal-hal semacam ini harus kita tangkal. Jangan sampai terus disebarluaskan hanya karena soal sentimen dan kepuasan ego individu,” katanya.

Kelas Jurnalis Ilmiah

Sementara Ketua Bidang KPP, Syafwan Ahmad mengatakan, selain penandatangan petisi. Pada saat kegiatan tersebut juga diluncurkan 6 Kelas Jurnalis Ilmiah. Menurutnya, kelas tersebut merupakan wadah didikan lanjutan (Dikjut) setelah Sekolah Jurnalistik.

“Siswa dalam kelas ini totalnya ada sebanyak 30 mahasiswa yang merupakan peserta utusan/delegasi HMI se-Cabang Bima, yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Satu kelas diisi oleh 5 orang siswa,” katanya.

Diakuinya, satu kelas nantinya secara bergantian melaksanakan kegiatan jurnalistik di lapangan. Selain itu, kelas tersebut juga sebagai ruang ilmiah dalam membahas kondisi yang terjadi untuk dijadikan refrensi tulisan. Terutama menyangkut soal Kemahasiswaan dan sosial.


“Kita ingin mengubah mindset kritis mahasiwa melalui tulisan. Tulisan yang disajikan tentunya obyektif, rasional, berdasarkan data dan fakta,” katanya.

Sekolah Junarlistik dengan mengangkat tema Kekuatan Menulis Antara Mimpi dan Kenyataan yang dimulai pada pukul 09.00 wita dan berakhir pukul 16.00 wita tersebut, dihadiri sejumlah narasumber, yakni Fitrah M.Pd (akademisi), Junaiddin, S.Pd (wartawan Senior Bima), Fachrunas (Berita11.com), Rafiin/Uki (Jurnalis Suara NTB). 

Sejumlah peserta diberikan sejumlah tugas untuk mengasah kemampuan menulis dan teknik reportase yang baik seperti menyusun berita berdasarkan parameter jurnalisme berdasarkan data-data kronologi dan hasil wawancara yang telah disiapkan narasumber. (AD)

No comments