Breaking News

Sambut Nyepi, Umat Hindu di Bima Laksanakan Upacara Melasti

Umat Hindu di Bima Melaksanakan Upacara Melasti Menyambut Nyepi 2018 di Pantai Oi Niu Dara, Jumat (16/3/2018).

Kota Bima, Berita11.com—  Menyambut hari raya Nyepi, umat Hindu yang berada di Kota dan Kabupaten Bima melaksanakan upacara melasti pembersihan diri umat Hindu. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pantai Oi Niu Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima Maret, Jumat (16/3/2018).

Pada kesempatan tersebut, Mayor Inf I Ketut Sudiasa, menjelaskan melasti adalah upacara pensucian diri untuk menyambut hari raya Nyepi oleh seluruh umat Hindu yang ada di Bima.

“Upacara Melasti digelar untuk menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan. Upacara Melasti dilaksanakan di pinggir pantai dengan tujuan mensucikan diri dari segala perbuatan buruk pada masa lalu dan membuangnya ke laut,” jelas Perwira Penghubung Kodim 1608 Bima ini.

Dikatakannya, dalam kepercayaan Hindu, sumber air seperti danau, dan laut dianggap sebagai air kehidupan (tirta amerta). Selain melakukan persembahyangan, upacara Melasti juga adalah pembersihan dan penyucian benda sakral milik pura, pralingga atau pratima Ida Bhatara dan segala perlengkapannya.

Benda-benda tersebut diarak dan diusung mengelilingi pura Hal ini dimaksudkan untuk menyucikan pura .

Dalam upacara ini, masyarakat dibentuk berkelompok ke sumber-sumber air seperti  laut Seluruh peserta pada umunya  mengenakan baju putih atau kuning.

Para pemangku berkeliling dan memercikan air suci kepada seluruh warga yang datang serta perangkat-perangkat peribadatan dan menebarkan asap dupa sebagai wujud pensucian.

Pelaksaaan upacara Melasti dilengkapi dengan berbagai sesajian sebagai simbol Trimurti, dewa dalam agama Hindu, yaitu Wisnu, Siwa, dan Brahma, serta Jumpana, singgasana Dewa Brahma.

Untuk menyambut Hari Raya Nyepi, pelaksanaan upacara Melasti ini dibagi berdasarkan Pura yang ada di kota Bima yaitu Pura Dalem Kumbe, Pura Wirasada Kompi A 742/SWY upacara Tawur Kesanga, sedangkan di masing-masing rumah tangga, upacara dilakukan di natar merajan (sanggah).


Upacara ini dilaksanakan agar umat Hindu diberi kekuatan dalam melaksanakan Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan setahun sekalai setiap bulan Maret.

Kegiatan ditutup dengan  upacara Mecaru yang artinya memberikan makan sesajen kepada roh-roh jahat dengan tujuan mengusir roh-roh jahat agar tidak mengganggu pada kegiatan pelaksaan Nyepi. (MR)


Baca Juga :

No comments