Breaking News

41 Siswa SMK Kesehatan Yahya Diwisuda

Ketua Yayasan SMK Kesehatan Yahya, Yahya SKM, M.Kes Menyerahkan Ijazah kepada Peserta Wisuda.

Bima, Berita11.com— Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Yahya Bima menggelar wisuda angkatan ke-III, Sabtu (21/4/2018). Pada kegiatan wisuda yang digelar di sekolah setempat, 41 siswa dari Jurusan Keperawatan dan Apoteker dinyatakan telah menyelesaikan pendidikan tingkat SMK.

Ketua Yayasan Pendidikan Yahya, Yahya SKM., M.Kes menjelaskan, wisuda yang digelar sekolah setempat merupakan yang ketiga setelah SMK Kesehatan Yahya berdiri. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh alumni yang diwisuda pada tahun ini. Karena angkatan tahun ini sudah dinanti oleh lapangan kerja di luar bagi siswa yang tidak mau melanjutkan studi di perguruan tinggi,” katanya di hadapangan undangan wisuda.

Dikatakannya, sejak didirikan tahun 2008 lalu, sudah banyak kiprah yang ditorehkan SMK Kesehatan Yahya. Sekolah setempat pun siap membantu masyarakat dalam kegiatan sosial seperti acara sunatan massal.


“Sekolah harus menyelenggarakan kegiatan seperti ini agar para alummi atau yang diwisuda bisa mengenang di mana dia didik dan bisa memberikan contoh pada teman-teman yang ada di luar sana,” katanya.

Setiap siswa SMK Kesehatan Yahya yang diwisuda mendapatkan kenang-kenangan dari sekolah berupa medali.

Selain orang tua murid, peserta wisuda dan guru, wisuda SMK Kesehatan Yahya juga dihadiri Camat Woha, Irfan DJ SH. Acara dimeriahkan Tari Lopi Penge dan Patu Cambe Angi yang ditampilkan siswa kelas 3 sekolah setempat.

Camat Woha, Irfan DJ SH dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan wisuda yang digelar SMK Kesehatan Yahya. Harapannya, menempa mental para calon alumni siap menghadapi tatangan di luar sekolah.

Irfan juga menjelaskan dukungan pemerintah terhadap bidang kesehatan. Sesuai ketentuan, Pemerintah Desa wajib mendorong pemberdayaan masyarakat melalui dukungan anggaran minimal 20 persen. Dukungan itu meliputi penanganan limbah, untuk membenahi pelayanan Polindes.


“Menyiapkan peralatan medis di Polindes. Kalaupun itu tidak dilakukan oleh Pemerintah Desa maka pihak camat akan mengevaluasi APBDes  dan itu wajib hukumnya kalau pun itu tidak dipenuhi maka dari pihak pemerintah kecamatan akan menok semua pekerjaan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa,” katanya.

Irfan mengingatkan Pemerintah Desa agar bisa menggunakan aplikasi sebagai pendukung penggunaan ADD.  “Melihat kemanfaatan yang baik agar penggunaan dana  bisa dimaksimalkan dengan baik dan bisa dirasakan  masyarakat luas khususnya di  desa masing-masing,” katanya.

Berkaitan  pengadaan ambulan keliling yang diajukan  masyarakat Desa Keli Kecamatan Woha Kabupaten Bima,  pihaknya bersama  pemerintah Desa Keli sudah membahas APBDes tahun 2017.

“Mengigat jarak tempuh Keli dari Puskesmas Woha begitu jauh, 7 kilometer maka dari Pemerintah Kecamatan (Woha) mengusulkan pada Pemerintah Desa harus mengadakan ambulan keliling untuk Desa Keli,” katanya. [Ahmad]

No comments