Breaking News

Anggap Ada Penggelembungan DPT, Tim SW Mataho Ajukan Gugatan

Tim SW Mataho Ketika Melengkapi Syarat Pencalonan di KPU Kota Bima. Foto US



Kota Bima, Berita11.com— Tim Merah Putih pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima, Subhan M Noer SH-Wahyudin (SW Mataho), Iwan Kurniawan, S.Sos mengisyaratkan akan menggugat penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) di Kota Bima berkaitan masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Meskipun DPT telah ditetapkan oleh Komisi Pmeilihan Umum (KPU) melalui mekanisme pleno. Namun terdapat masalah yang diprotes Tim SW Mataho terutama dugaan penggelembungan daftar pemilih.

Menurut Iwan pada saat pleno DPT Kota Bima  Tim SW Mataho telah mengajukan 
keberatan berkaitan adanya  warga yang memiliki Nomor Kartu Keluarga. Namun tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Pada malam penetapan DPT tingkat Kota Bima jelas-jelas bahwa penetapan dipaksakan oleh KPU Kota Bima. Hanya kami yang menyampaikan protes  karena memang ada kejanggalan. Harusnya semua data pemilih itu patokannya DP4 dari Dinas Dukcapil, itu adalah tuhannya data pemilih,” katanya ketika dihubungi melalui Ponsel, Jumat (27/4/2018).

Iwan mengungkapkan, sejumlah masalah yang muncul saat pleno penetapan DPT Kota Bima adanya warga yang tidak terdapat dalam data agregat kependudukan atau Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dari Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

“Menurut kami itu adalah penggelembungan. Pada saat dilakukan pengecekan pada blanko AC pemutahiran serta data agregat kependudukan memang terdapat dalam DPS dan DPSHP namun tidak terdapat dalam DP4 yang dikeluarkan oleh Dinas Dukcapil. Sudah pasti kami akan ajukan gugatan,” katanya.

Iwan menyebut terdapat 2.000 lebih orang yang masuk dalam DPT Kota Bima. namun bermasalah. Pada saat pleno penetapan DPT pihaknya meminta KPU Kota Bima menghadirkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bima. Berdasarkan  keterangan pejabat yang diwakili Kepala Bidang OPD tersebut, bahwa DP4 adalah rujukan untuk data pemilih.

“Kalau saya bukan soal gugat atau menggugat. Ini masih kita dipersiapkan. Biasa dalam konteks Pilkada begini masing-masing tim tidur dulu. Nanti setelah menang satu orang ramai-ramai mengguggat, kalau saya (SW Mataho) tidak, tapi  dari awal,” katanya.

Iwan Kurniawan mengisyaratkan, pihaknya akan mendalami dan menelusuri seluruh DPT yang telah ditetapkan KPU. Termasuk menunggu pengumuman DPT by name, by adress. Hal itu sebagai bahan tambahan untuk mengajukan gugatan termasuk laporan kepada DKPP.

“Panwas selaku pengawas Pemilu atau pengawas regulasi KPU di sini juga tidak tegas. Sekarang ini coba cross dengan Panwas. Ini ada yang tidak masuk DP4 tapi dipaksakan masuk DPT. Harus ditinjau kembali sebelum kertas suara datang, itu direvisi. Yang jelas itu masalah. Hari itu saya sendiri dikerebuti semua orang, saya sendiri paham,” katanya.

Pada bagian lain, anggota Komisi Pemilihan Umum Kota Bima, Agusalim S.Ag menyatakan, bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan DPT Kota Bima. karena sudah ditetapkan melalui mekanisme pleno yang dihadiri tim pasangan calon Wali Kota Bima dan Wakil Wali Kota Bima serta pihak-pihak terkait.

“Tidak ada masalah karena sudah dilaksanakan pleno. Saat pleno semuanya sudah clear,” katanya.

Menurutnya, KPU Kota Bima telah berupaya maksimal memastikan validitas data pemilih di antaranya dengan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bima.

Diakuinya, sejauh ini KPU Kota Bima belum menerima informasi adanya rencana gugatan oleh sejumlah tim pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima berkaitan validitas data pemilih. (US)

Baca Juga :

No comments