Breaking News

Diduga Lancarkan Penistaan Agama di Medsos, Aktivis di Dompu Dijemput Tim Polda

Ilustrasi.

Dompu, Berita11.com— Warga Kabupaten Dompu berinisial Rck, yang juga seorang aktivis kerap melancarkan aksi protes terhadap pemerintah daerah tersandung kasus dugaan penistaan agama melalui sosial media (Medsos) facebook. Pria yang tergabung dalam gerakan mahasiswa nasional itu dijemput tim Polda NTB di kediamanannya di Dompu, Jumat (6/4/2018).

Sebelumnya, Kamis (5/4/2018), Rck menulis kalimat provokatif yang bernada menistakan agama Islam di facebook miliknya. “Islam Sontoloyo Tuhan Tidak Perlu Dibela”. Ulahnya mendapatkan reaksi beragam dari para warga net. Mereka menyatakan kecewa dan mengutuk tindakan pemuda tersebut.

Belakangan, Rck membela diri bahwa kalimat yang ditulis dalam dinding facebooknya merupakan kutipan dari buku Ir. Soekarno yang berjudul Sontoloyo. Kemudian, Rck meminta maaf secara resmi melalui akun facebooknya. Menurutnya, tulisannya di dinding facebook tanpa motif tertentu.

Permintaan maaf Rck yang ditulis dalam dinding facebooknya juga ditanggapi negatif dan positif para warga net. Pemuda tersebut diketahui mengidolakan presiden pertama Indonesia termasuk para keterunannya.

Sebelumya, Rck juga mengunggah kalimat di akun facebooknya yang berisi komentar dan penilaian terhadap respon masyarakat terhadap puisi Sukmawati Soekarno Putri. Menurutnya, puisi tokoh nasional itu tidak termasuk penistaan agama. Namun sesuai kenyataan yang ada.

Informasi yang diperoleh, Rck juga tergabung dalam partai politik (Parpol) yang didirikan putri  mantan presiden pertama itu. Ia juga terlibat dalam kepengurusan lembaga swadaya masyarakat yang kerap mengkritik program pemerintah terutama Pemkab Dompu. [Poris]

Baca Juga :

No comments