Breaking News

Direktorat Pembelajaran Gelar Pelatihan KKNI

Suasana Pelatihan Pembelajaran Berorientasi KKNI Bagi Dosen. Kegiatan Digelar di Hotel Mutmainah, Sabtu (31/3/2018).

Bima, Berita11.com— Sekolah Tingggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima kembali dipercaya oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian  Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk menjadi host  kegiatan pelatihan pembelajaran berorientasi KKNI bagi dosen di perguruan tinggi dan Sosialisasi Reformasi Kurikulum pada Revolusi Industri 4.0.

Kegiatan  digelar di Hotel Mutmainah Kota Bima, pada 31 Maret 2018,  dihadiri lebih dari 200 peserta dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-NTB. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kasubdit Pendidikan Akademik Sirin Wahyu Nugroho.

Sirin Wahyu Nugroho  menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan KKNI sengaja diadakan di daerah untuk menindaklanjuti arahan presiden bahwa membangun Sumber Daya Manusia (SDM) dari perguruan tinggi khususnya dosen untuk peningkatan kapasitas dan pembelajaran sesuai dengan SN-DIKTI.

“Diharapkan kepada dosen untuk menyusun RPS RTM sesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja, serta menjadi dosen-dosen model yang mampu merubah suasana kelas yang bisa diukur pencapaian-pencapaiannya,” katanya saat menyampaikan sambutan.

Selain Kasubdit Pendidikan Akademik Sirin Wahyu Nugroho, kegiatan juga dihadiri Kasi kurikulum Pendidikan Akademik Afriyudianto, Kasi Teknologi Pembelajaran Pendidikan Profesi dan Vokasi Eni Susanti, Narasumber Dr. Samsul Arifin, M.T dan Prof. Ir. Made Suparta Utama, M.S., PH, dan moderator, Dr. Nuril Furkan, pria kelahiran Dompu.
Pelatihan pembelajaran berorientasi KKNI berlangsung delapan jam dari  pukul 08.00 – 16.00 Wita yang dibagi tiga  sesi. Pada sesi 1, materi tentang Reorientasi Kurikulum Pendidikan Tinggi Era Revolusi Industri Berbasis KKNI disampaikan  Prof. Ir. Made Suparta Utama, M.S., PH.

Made Suparta menjelaskan  menghadapi revolusi industri 4.0  sudah sangat tertinggal dan  pilihan pengajar (dosen) hanya ada dua yaitu melakukan program percepatan atau “mati”.
Sementara itu Dr. Samsul Arifin memaparkan materi tentang rasionalisasi proses pengembangan KKNI dan cara penyusunan RPS SN-DIKTI.

Samsul Arifin menjelaskan bahwa KKNI merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan mutu dan jati diri bangsa Indonesia dalam sektor sumber daya manusia (SDM) yang dikaitkan dengan program pengembangan sistem pendidikan dan pelatihan secara nasional.

Dijelaskannya juga,  lima implikasi KKNI terhadap pendidikan tinggi di antaranya penataan jenis dan strata pendidikan; penyetaraan mutu lulusan; pengembangan sistem penjaminan mutu; pengembangan kurikulum; memfasilitasi pendidikan sepanjang hayat.

Setelah para peserta mendapat pengetahuan tentang sistematika penulisan RPS SN-DIKTI, kegiatan dilanjutkan sesi menyusun dan menyajikan RPS yang dibagi dua kelompok. Diskusi kelompok berjalan lebih kurang 150 menit dan dari hasil diskusi, narasumber memberikan kesempatan kepada perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil RPS yang sesuai dengan SN-DIKTI.

Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi dosen untuk terus mencoba menyusun sebaik mungkin sesuai dengan aturan.Dosen-dosen dari 16 perguruan tinggi yang ada di NTB didominasi oleh perguruan tinggi Bima-Dompu. Secara umum, dosen sangat antusias dan berharap ada tindak lanjutnya dari kegiatan tersebut.

Salah satu peserta, Mariamah M.Pd mengatakan, pelatihan pembelajaran berorientasi KKNI sangat membantu para dosen. Kegiatan tersebut juga merupakan yanag pertama diadakan di Bima dengan jumlah peserta terbanyak.

Sementara itu, secara terpisah, Ketua STKIP Taman Siswa Bima, DR Ibnu Khaldun, M.Si berharap pelatihan pembelajaran berorientasi KKNI memiliki tindaklanjut sebagai upaya untuk terus meningkatkan kapasitas dosen di daerah pinggiran sesuai Nawa Cita Presiden Jokowi membangun SDM Indonesia Timur. (RD)

Baca Juga :

No comments