Breaking News

Ini Upaya Korem 162/WB Menangkal Radikalisme di NTB

Suasana Seminar Radikalisme yang Digelar BEM Universitas Islam Negeri Mataram.

Mataram, Berita11.com— Kasit Intel Korem 162/ WB, Letkol Czi Irawan Agung Wibowo, ST., M.Tr. (Han) menjadi pemateri pada seminar bertema Peran Mahasiswa dalam Menangkal Radikalisme dan Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (BEM UIN) Mataram di kampus setempat, Kamis (19/4/2018).

Pada seminar yang dihadiri 250 mahasiswa tersebut, Kasi Intel Korem 162/WB Letkol Czi Irawan Agung Wibowo, S.T., M.Tr.(Han) memaparkan materi tentang peran TNI dalam menangkal radikalisme dan menjaga keutuhan negara kesatuan Indonesia.

Irawan menyampaikan pola pergerakan paham radikal di Indonesia. Penelitian LIPI tahun 2011 yang dilakukan di lima perguruan tinggi negeri  di Pulau Jawa menyatakan salah satu pola gerakan radikal di Indonesia yakni melakukan penyusupan ke dalam organisasi kampus.

Menurutnya, radikalisme dapat terjadi karena ada ketimpangan dalam bidang ideologi, politik, sosial, ekonomi, kebudayaan di suatu wilayah. Maka dari itu sambungnya, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004, TNI berperan untuk menangkal radikalisme di semua aspek terutama di kalangan mahasiswa.

Dijelaskannya, berkaitan dengan peran satuan Komando Kewilayahan TNI seperti Korem 162/WB dalam menangkal radikalisme di wilayahnya yakni melaksanakan pembinaan terhadap organisasi pelajar, mahasiswa dan kepemudaan, misalnya melalui Pramuka, Menwa, putra-putri TNI Polri.

Selain itu, melaksanakan  sosialisasi dan pembentukan jaring teritorial dalam rangka meningkatkan rasa kepedulian masyarakat untuk lapor cepat, temu cepat dalam perkembangan wilayahnya.


Selain itu kata Irawan, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) dengan seluruh elemen masyarakat sehingga timbul pemahaman yang positif dan hubungan yang positif antara masyarakat dan TNI melalui kegiatan ceramah, diskusi, anjang sana maupun seminar seperti yang dilaksanakan di kampus UIN Mataram.

Upaya terakhir yang dilakukan untuk mengurangi  ketimpangan tersebut dengan melaksanakan Bhakti TNI dalam bentuk Operasi Bhakti. Baik sasaran fisik maupun non-fisik untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta membantu pemerintah daerah mewujudkan situasi yang kondusif.

“Salah satu contoh  MoU dengan perguruan tinggi melalui pelaksanaan KKN,” sebutnya. (MR)

No comments