Breaking News

Kades Lain Juga Harus Dibidik, Aktivis Dompu Ingatkan Gakum tak Tebang Pilih

Tak Terima Mantan Kades Doropeti Ditahan Jaksa, Para Aktivis di Dompu Melakukan Aksi Protes di Kantor Kejari.

Dompu, Berita11.com— Pasca penahanan mantan Kepala Desa Doropeti Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, sejumlah aktivis di Bumi Nggahi Rawi Pahu bereaksi. Mereka mendesak aparat korps Adiyaksa agar tak tebang pilih dalam menegakan peraturan.

Dalam aksi di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu, Jumat (6/4/2018), koordinator massa, Ilham Yahyu meminta agar aparat penegak hukum juga menindak tegas sejumlah oknum kepala desa lain. Misalnya yang pernah terlibat kasus ilegal logging tahun 2014 silam. Namun belum dieksekusi.

Menurut Ilham, penahanan terhadap mantan Kades Doropeti, AM belum memiliki landasan kuat. Pasalnya berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) maupun BPKP tidak ada masalah.
Hanya saja yang menjadi rujukan pihak Kejari yaitu Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh pihak Insektorat Kabupaten Dompu. padahal LHP Inspektorat bisa bersifat interest dan konsultatif, bukan investigatif.

“Lembaga yang bisa merekomendasikan tentang kerugian negara adalah BPK dan BPKP oleh karena itu LHP dari Bawasda  (Inspektorat) itu belum cukup dan tidak representatif untuk menjadikan seseorang dinyatakan sebagai tersangka,” teriak Ilham Yahyu saat menggelar orasi di depan Kejari Dompu, Jumat (6/4/2018).

Ilham juga mengajak pihak kejaksaan agar bersama-sama membuka tentang landasan hukum atau peraturan.

Tak hanya Ilham Yahyu yang bereaksi pasca penahanan mantan Kades Doropeti Kecamatan Pekat, AM. Aktivis muda di Dompu, Rosihan juga menyuarakan kekecewaan penegakan hukum di Dompu.

Menurutnya, masih ada kasus kakap di Bumi Nggahi Rawi Pahu yang jumlahnya mencapai miliaran. Hal itu yang mestinya menjadi atensi aparat penegak hukum (Gakum).

“Orang biasa yang baru maling ayam saja sudah langsung dibawa ke LP, tapi kalau pejabat yang melakukan korupsi mencuri uang negara yang miliaran tidak ada kejelasan hukum,” katanya. [Poris]

No comments