Breaking News

Kantor Imigrasi Kelas III Bima Pastikan tak Ada Pelanggaran WNA

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Bima, Dedy SH. Foto US Berita11.com

Kota Bima, Berita11.com— Kantor Imigrasi Kelas III Bima memastikan tidak pernah ada pelanggaran yang dilakukan Warga Negara Asing (WNA) termasuk penyalahgunaan paspor maupun fasilitas bebas visa kunjungan.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kelas III Bima, Dedy SH. Hingga per April 2018, jumlah WNA yang mengantungi ijin tinggal terbatas di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas III Bima yang meliputi Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu sebanyak 28 orang.

Dedy menyebut 28 WNA yang mengantungi ijin tinggal terbatas tersebut berasal dari sejumlah negara seperti Kanada, Australia, Jerman, Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Jepang dan Tiangkok. Namun dari puluhan WNA yang mengantungi ijin tinggal sementara tersebut didominasi dari negara China atau Tiangkok sebanyak 7 orang.


Baca Juga:
21 Tenaga Kerja Asing Bekerja di Bima, Sebagian “Illegal”

Pengganti Muhammad Irham Anwar ini menegaskan, hingga kini berdasarkan data kantor setempat maupun yang dihimpun dari instansi lain tidak ada pelanggaran yang dilakukan WNA. Baik yang terlibat kasus tindak pidana umum maupun terlibat penyebaran paham ekstrim atau ideologi terlarang termasuk menggembosi masalah perekonomian maupun politik di Indonesia.

“Sampai sekarang tidak ada ditemukan pelanggaran. Termasuk pelanggaran untuk masalah politik dan ekonomi,” katanya Kamis (26/4/2018).

Menurut Dedy, kepastian tidak adanya pelanggaran yang dilakukan WNA juga berdasarkan data hasil pengawasan bersama tim pengawas orang asing (Tim Pora).  Kendati demikian, Kantor Imigrasi Kelas III Bima memprediksi bahwa WNA yang belum mengurus atau memiliki kartu ijin tinggal sementara (KITAS) masih banyak.

Dari puluhan WNA yang mengantungi ijin tinggal sementara di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas III Bima, terdapat dua WNA yang tinggal di Kota Bima dan merupakan bagian dari penyatuan keluarga atau menikah dengan warga Kota Bima. salah satu dari WNA tersebut berasal dari Belanda.

Masih berdasarkan data Kantor Imigrasi Kelas III Bima, ada empat WNA yang bekerja di Kota Bima sebagai tenaga kerja asing di perusahaan kontraktor PLTU/PLTMG di Lingkungan Bonto Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota Kota Bima.

“Jumlah WNA yang akan datang bekerja di Kota Bima akan bertambah seiring rampungnya pekerjaan konstruksi atau setelah mesin (pembangkit) sudah jalan. Karena itu berkaitan langsung dengan money, mesin dan man (power),” katanya. (US)

No comments