Breaking News

Ratusan Pemilih Pemula di Kota Bima Terancam tak Bisa Coblos

Pemilih Pemula/ Ilustrasi. Ist


Kota Bima, Berita11.com— Ratusan pemilih pemula (rock the vote) di Kota Bima terancam tak bisa memberikan hak suara pada saat pencoblosan Wali Kota Bima dan Wakil Wali Kota Bima serta Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Masalahnya, para pemilih pemula yang menginjak usia 17 tahun pada hari pencoblosan 27 Juni 2018 mendatang tidak bisa memiliki E-KTP maupun surat keterangan (Suket).

Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Bima, Sukarman SH menyatakan, pihaknya sudah berkoordinasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bima berkaitan dengan pemilih pemula yang baru akan masuk usia 17 tahun pada hari pencoblosan.

“Hasil koordinasi kami, Discapil menyatakan bahwa pemilih pemula yang baru menginjak usia 17 tahun saat hari pencoblosan 27 Juni nanti belum bisa memperoleh E-KTP karena harus 17 tahun plus 1 (hari) baru bisa dicetak KTP-nya,” ujar Sukarman kepada Berita11.com di Kota Bima, Kamis.

Menurut Sukarman, Panwaslu Kota Bima sudah meminta kepada Disdukcapil untuk menerbitkan E-KTP bagi pemilih pemula yang menginjak usia 17 tahun pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang agar bisa mencoblos pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima serta Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Namun pejabat dinas itu tetap pada pendirian bahwa yang diterbitkan E-KTP yang tehah memasuki usia 17 plus 1 hari.

“Jadi ada perbedaan antara peraturan Dinas Dukcapil dengan KPU. Kalau sesuai regulasi KPU itu yang bisa memberikan hak suara yang sudah menginjak usia 17 tahun pada hari pencoblosan itu sudah bisa. Tapi aturan Dinas Dukcapil itu harus 17 tahun plus satu hari, sehingga otomatis tidak bisa memberikan hak pilih karena harus memiliki E-KTP atau Suket,” katanya.

Secara terpisah Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bima, Siti Marmah membenarkan bahwa warga yang bisa diakomodir memiliki KTP harus memasuki usia 17 tahun plus satu hari.

“Sebenarnya bisa saja kita cetak bagi yang baru masuk usia 17 tahun saat hari pencoblosan, tapi akan ditolak (sistem),” katanya kepada Berita11.com di Dinas Dukcapil Kota Bima, Senin (23/4/2018).

Dikatakan Marmah, ketentuan usia 17 tahun plus 1 hari juga berlaku untuk penerbitan Suket. Karena sama seperti E-KTP, warga yang memasuki usia 17 tahun harus mengikuti perekaman. “Sama seperti KTP elektronik, untuk Suket juga harus 17 tahun plus 1 hari karena itu harus perekaman dulu. Kalau tidak itu akan ditolak, tidak bisa dilakukan perekaman,” katanya.

Marmah menyebut, ada ratusan penduduk yang akan memasuki usia 17 tahun pada 27 Juni 2018 mendatang. Ratusan penduduk usia remaja yang termasuk kategori pemilih pemula tersebut tidak bisa memiliki Suket atau E-KTP untuk digunakan untuk pencoblosan pada 27 Juni mendatang.

“Kami juga memperkirakan pemilih pemula yang baru menginjak usia 17 tahun tidak maksimal bisa memberikan hak suara, karena sekarang rata-rata di luar daerah mengikuti seleksi perguruan tinggi,” kata Marmah. (US)

Baca Juga :

No comments