Breaking News

Soal May Day, Disnakertrans Kabupaten Bima Siap Membuka Ruang Dialog



Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima. Foto Berita11.com

Bima, Berita11.com— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima siap membuka ruang dialog atau diskusi untuk menyikapi hari buruh (May Day) yang biasa digelar serentak setiap 1 Mei, sehingga para aktivis tak perlu menggelar aksi berkaitan dengan hari buruh tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bima, H Nasrullah S.Sos mengatakan, secara umum tidak ada persoalan menonjol berkaitan dengan buruh atau pekerja di wilayah Kabupaten Bima. apalagi dari sisi standar upah Pemerintah Kabupaten Bima telah menetapkan Upah Minimum Kota/ Kabupaten (UMK) sebesar Rp1,9 juta.

“Standar upah di Kabupaten Bima itu 1,9 juta. Itu paling tinggi di Provinsi NTB. Jadi kami pikir tidak ada persoalan berkaitan dengan standar upah,” katanya kepada Berita11.com di Disnakertrans Kabupaten Bima, Kamis (26/4/2018).

Nasrullah menegaskan bahwa pemerintah siap membuka ruang diskusi dengan para aktivis pemerhati buru. Demikian juga dengan elemen mahasiswa. Diskusi atau dialog jauh lebih efektif dibandingkan aksi demontrasi karena pesan yang hendak disampaikan bisa dua arah dan mendapat respon langsung dari pemerintah.

“Kita siap membuka ruang dialog. Apa-apa yang berkaitan dengan tenaga kerja bisa disampaikan dalam dialog,” katanya.

Menyoal isu tenaga kerja asing (TKA) di wilayah Kabupaten Bima maupun isu nasional berkaitan hal tersebut. Menurut Nasrullah keberadaan TKA di Kabupaten Bima tak banyak, jumlahnya hanya belasan orang yang menempati posisi sebagai tenaga teknis seperti untuk perusahaan budidaya mutiara dan tenaga di perhotelan.

“Kalau soal TKA yang banyak itu lebih seperti isu nasional adanya keberadaan masuk segala lini itu lebih banyak informasi hoax. Itu tidak benar karena tenaga lokal masih diprioritaskan,” katanya.

Sebagai komitmen terhadap upaya mendorong lapangan kerja, Disnaketrans Kabupaten Bima juga rutin melaksanakan program pelatihan. Pada tahun 2018 sedikitnya ada 160 peserta yang akan mengikuti pelatihan seperti bidang perbengkelan, prosesing, menjahit, las listrik.

“Setelah pelatihan juga akan diberikan bantuan modal peralatan pendukung,” katanya. (US)

No comments