Breaking News

16 Warga tak Terakomodir DPT Kota Bima, Panwaslu: masih Banyak Masalah Pemilih

Ilustrasi. Foto Konfrontasi.



Kota Bima, Berita11.com— Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Bima masih meneliti data pemilih tetap (DPT) Kota Bima. Hasilnya ditemukan adanya masalah validitas data pemilih tersebut. Persoalan lain yaitu 16 warga yang layak sebagai pemilih juga tidak dapat terakomodir dalam DPT.

Hal tersebut diakui Devisi SDM Panwaslu Kota Bima, Muhaemin S.Pd.I. sebelumnya saat pleno penetapan DPT Kota Bima 19 April 2018 lalu, dari 5.085 warga yang belum terakomodir karena belum memiliki KTP sudah ditindaklanjuti oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bima.


“Sesuai hasil saat pleno DPT beberapa waktu lalu yang tersisah 806 dari 5.085. kalau temuan kita sebelumnya kan yang bermasalah 2.000 lebih. Sementara dari 806 terdapat 16 orang yang tidak dapat diakomodir dalam DPT,” kata Muhaemin ketika dihubungi pekan lalu.
Berkaitan rencana Tim Paslon Subhan M Nur-Wahyudin (SW Mataho), Iwan Kurniawan menggugat penyelengga Pemilu di Kota Bima termasuk Panwaslu Kota Bima, Muhaemin menyatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada KPU seperti yang menjadi temuan Panwaslu.

“Panwaslu Kota Bima sudah menyuarakan melalui rekomendasi yang disampaikan kepada KPU Kota Bima untuk melakukan perbaikan data yang dinilai tidak akurat misalnya NKK masih kosong atau NIK kosong maupun pemilih yang jenis kelaminya salah,” katanya.

Informasi yang diperoleh Berita11.com dari Panwaslu Kota Bima pasca penetapan DPT masih ada masalah berkaitan validitas daftar pemilih tersebut, termasuk adanya pemilih yang di bawah umur maupun warga yang layak tetapi belum terakomodir dalam daftar tersebut. Hanya saja untuk perbaikan data tersebut tidak bisa dilakukan karena telah ditetapkan dalam bentuk DPT. [US/N]

No comments