Breaking News

Antisipasi Protes Penggunaan TKA, Disnaker Bangun Kesepakatan dengan Perusahaan


Ilustrasi. Orginal Picture Merdeka.

Kota  Bima, Berita11.com— Perusahaan kontraktor listrik di Lingkungan Bonto Kelurahan Kolo Kota Bima berencana menggunakan lebih banyak Tenaga Kerja Asing (TKA) pasca penyelesaian instalasi mesin pembangkit. Informasi tersebut disampaikan oleh pihak Kantor Imigrasi Kelas III Bima beberapa waktu lalu.

Nah, untuk mengantipasi munculnya kecemburan masyarakat lokal atas penggunaan TKA, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker Kota Bima) akan membuat kesepakatan (momerandum of understanding/ MoU) dengan pihak perusahaan.

“Nanti kita akan melakukan pendekatan-pendekatan dengan pihak perusahaan. Kalau bisa harus mengutamakan tenaga kerja lokal. Itu juga sesuai amanat Undang-Undang. Kita akan minta seperti itu pada pihak perusahaan kontraktor listrik,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bima, Drs Jufri, M.Si di OPD setempat, Senin.

Diakuinya, hingga saat ini  sedikitnya terdapat enam tenaga kerja asing (TKA) yang berada di Kota Bima sesuai surat permohonan lapor keberadaan dari pihak perusahaan yang diterima Disnaker Kota Bima.

Enam TKA yang bekerja di Kota Bima tersebut yakni Asad Zia  asal Kanada, site manager, Carlos Manuel Salinas Ruiz asal Nicaragua, quility control perusahaan kontraktor listrik, Gerald D Gerhard Adam kewarganegaraan Jerman, pekerja  PT MAN Diesel dan Turbo Indonesia.  Sementara dua orang lainnya, Ghulam Abbas asal Pakistan yang merupakan Mechanical Advisor perusahaan listrik dan Munib Ur-Rahman asal Pakistan elektrical and istrumen control advisor perusahaan pembangkit listrik di Kota Bima.

Jufri menyebut dua tambahan TKA asal Pakistan dilaporkan oleh pihak perusahaan pada April 2018 lalu. “Kita tetap antisipasi potensi munculnya kecemburuan penggunaan tenaga  asing, sehingga kami berkoordinasi dengan pihak perusahaan,” ujar Jufri.

Sebelumnya, secara terpisah Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bima, Hj Mariamah SH menyebutkan pihaknya tidak mengeluarkan Surat Keterangan Tempat Tinggal untuk seluruh TKA tersebut karena ada beberapa yang tidak memenuhi syarat termasuk alamat yang jelas.

Sesuai surat pemberitahuannya, para TKA tersebut tinggal di sejumlah hotel di Kota bima dan luar daerah.

Seperti dilansir Berita11.com sebelumnya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Bima, Dedy SH menyebut bahwa dari total WNA yang tinggal di Kota Bima sebagian besarnya merupakan tenaga kerja asing. Dua orang di antaranya berstatus menikah dengan warga negara Indonesia.

Sesuai rencana pihak perusahaan yang disampaikan kepada Kantor Imigrasi Kelas III Bima akan menggunakan banyak TKA jika kelas kegiatan pembangunan dan instalasi perusahan pembangkit tenaga uap maupun tenaga gas sudah rampung.[US/Achmad]


Baca Juga :

No comments