Breaking News

Bakebangpol akan Antisipasi Dampak Tagar Ganti Presiden di Bima

Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bima, Drs Abdul Farid.



Kota Bima, Berita11.com— Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bima dan Kabupaten Bima akan mengantisipasi sejumlah potensi gangguan akibat adanya dua blok gerakan tagar #2019GantiPresiden maupun yang kontra di wilayah Bima.

Sejauh ini baik Bakesbangpol Kota Bima maupun Bakesbangpol Kabupaten Bima belum menemukan secara langsung adanya gerakan tagar Ganti Presiden maupun kelompok yang kontra. “Belum ada yang secara kasat mata kita amati. Kalau melalui sosial media mungkin ada. Kalau secara langsung kita belum menemukan,” ujar Sekretaris Bakesbangpol Kota Bima, Drs Abdul Farid ketika dihubungi Berita11.com, Jumat (4/5/2018) lalu.

Meskipun belum ada gangguan adanya dua gerakan yang berbeda, Farid mengisyaratkan Bakesbangol Kota Bima akan mengantisipasi kemungkinan dampak  agar gerakan pro dan kontra tagar itu, termasuk membahas pada tingkat rapat dengan pihak-pihak berkaitan seperti aparat.

“Kami juga akan berupaya menyosialisasikan kepada masyarakat agar jangan sampai ini menimbulkan masalah. Secara umum isu tagar Ganti Presien belum diketahui secara luas, baru sebatas di sosial media,” katanya.

Sementara itu secara terpisah, Kepala Bidang Pengembangan Politik, Fasilitasi Organisasi Politik, Organisasi Masyarakat dan Pemilu Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bima, Syahrudin SH juga menyatakan bahwa belum ada dampak-dampak langsung yang ditimbulkan tagar Ganti Presiden 2019.

“Dalam sosial media itu memang ada, tetapi kalau yang nyata bisa dillihat langsung saat ini belum ada,” katanya.

Meskipun demikian, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak berkaitan termasuk aparat untuk mengantisipasi dampak buruk adanya gerakan pro dan kontra #2019GantiPresiden.

Bakesbangpol Kabupaten Bima juga belum mendapatkan data berkaitan dengan adanya gerakan sebagian pejabat yang ikut berpolitik dengan memberikan pandangan maupun pernyataan berkaitan dengan tagar tersebut. Termasuk upaya-upaya pencetakan dan penyebarluasan kaos tagar #2019GantiPResiden.

Pada bagian lain, pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STIE Bima, Ansari menyatakan bahwa gerakan tagar #2019GantiPresiden belum saatnya dilakukan. Apalagi saat ini belum memasuki tahapan Pilpres.

Selain itu, menurutnya, masih banyak sejumlah keberhasilan dan program yang dicapai oleh paket Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kala sehingga sudah semestinya didukung hingga akhir periode.

“Biarkan presiden Jokowi melanjutkan program-program. Kami melihat ada beberapa banyak keberhasilan walaupun memang juga ada plus dan minus,” katanya. [US/Achmad]

Baca Juga :

No comments